Manajemen PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) telah merampungkan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau penempatan terbatas. Perseroan meluncurkan sebanyak 309,278 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp97 per saham bernilai total Rp30 miliar.
Ringkasnya, dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan ke BEI, Selasa (30/6/2026), terungkap, jumlah saham baru tersebut setara 9,84% dari modal ditempatkan dan disetor penuh sebelum pelaksanaan PMTHMETD.
Ringkasnya, “Seluruh saham baru telah diterbitkan dan didistribusikan pada 26 Juni 2026. Adapun pencatatan saham di BEI telah dilakukan pada 29 Juni 2026,” tulis manajemen MUTU.
Dari aksi korporasi tersebut, MUTU menghimpun dana sekitar Rp30 miliar. Total nilai penyertaan menyentuh Rp29,99 miliar.
Adapun investor yang mengambil bagian dalam penempatan terbatas terdiri atas PT Samala Serasi Utama sebanyak 103,09 juta saham bernilai Rp9,99 miliar, PT Interra Resources Indonesia Investment sebanyak 81,95 juta saham bernilai Rp7,95 miliar, serta PT Bumi Hijau Sedaya sebanyak 41,23 juta saham dengan nilai Rp3,99 miliar.
Selain itu, Leonard Tanubrata, Andreas Tjahjadi, dan Michael Tjandra Tjoajadi masing-masing menyerap 20,61 juta saham bernilai Rp2 miliar. Sementara Ridzki D. Kramadibrata membeli 10,82 juta saham bernilai Rp1,04 miliar dan Mohammad Izzan mengambil 10,30 juta saham bernilai Rp999,99 juta.
Seluruh saham telah dibayar serta disetor penuh oleh para pemegang saham baru hasil PMTHMETD kepada Perseroan sebelum pelaksanaan penerbitan/distribusi saham. Dengan selesainya aksi korporasi tersebut, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh MUTU meningkat dari 3,14 miliar saham berubah menjadi 3,45 miliar saham.
Modal disetor dan ditempatkan Perseroan juga mengalami kenaikan dari semula Rp78,57 miliar berubah menjadi Rp86,30 miliar sesudah pelaksanaan PMTHMETD.
Sebagai catatan, pelaksanaan PMTHMETD ini adalah tindak lanjut atas persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 18 Desember 2025 serta telah memperoleh persetujuan pencatatan saham tambahan dari BEI pada 25 Juni 2026.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

