PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) berencana menjalankan pembelian kembali (pembelian kembali saham) saham. Emiten pertambangan bijih nikel ini menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun untuk aksi korporasi tersebut.
Rencana pembelian kembali saham ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada Selasa, 30 Juni 2026. Perusahaan mengalokasikan waktu selama 12 bulan untuk mengeksekusi pembelian saham setelah memperoleh restu pemegang saham.
Rafika Fazrin, Corporate Secretary NCKL, menjelaskan manajemen melihat harga saham kini belum mencerminkan nilai perusahaan yang sesungguhnya. Padahal, kinerja operasional dan keuangan perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang positif.
โPerseroan menjalankan Pembelian Kembali Saham dengan pertimbangan harga pasar saham Perseroan kini belum mencerminkan nilai Perseroan yang sesungguhnya, walaupun Perseroan telah menunjukkan kinerja yang cukup baik,โ ujar Rafika dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu (23/5/2026).
Dana untuk aksi pembelian kembali saham ini berasal sepenuhnya dari saldo kas internal perusahaan. Manajemen memastikan penggunaan dana ini tidak akan mempengaruhi kemampuan keuangan untuk memenuhi kewajiban yang akan jatuh tempo.
Selain itu, pelaksanaan pembelian kembali saham diprediksi tidak berdampak negatif terhadap pendapatan perusahaan. NCKL menilai tidak akan ada perubahan signifikan atas laba bersih maupun laba per saham setelah rencana ini dijalankan.
Untuk memuluskan rencana ini, NCKL telah menunjuk PT Harita Kencana Sekuritas sebagai perantara pedagang efek. Pembelian saham diproyeksikan dilakukan secara bertahap melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan jadwal, pengumuman RUPST telah dilakukan pada 22 Mei 2026. Berikutnya, pemanggilan RUPST akan diterbitkan pada 8 Juni 2026. Periode pembelian kembali saham saham sendiri rencana detailnya dimulai pada 1 Juli 2026.
Sebagai informasi, NCKL sebelum itu juga pernah mendapatkan persetujuan serupa pada RUPST 2024 dan 2025. Program pembelian kembali saham tahap 2025 akan berakhir pada 18 Juni 2026.
Rafika menekankan jadwal program pembelian kembali saham 2026 tidak akan berbenturan dengan program sebelum itu. โTidak terdapat irisan periode antara kedua program Pembelian Kembali Saham tersebut,โ tulisnya dalam dokumen resmi perusahaan.
Sesudah dibeli kembali, saham tersebut berpotensi dialihkan oleh perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku. Pilihannya mulai dari dijual melalui bursa, ditarik kembali dengan pengurangan modal, hingga pembagian saham bonus kepada pemegang saham secara proporsional.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

