Emiten tambang nikel, PT PAM Mineral Tbk (NICL) akan menyalurkan dividen tunai sebesar Rp63,81 miliar dari perolehan laba bersih tahun buku 2025.
Aksi korporasi ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (4/5/2026).
Direktur Utama PAM Mineral Ruddy Tjanaka menjelaskan RUPST memutuskan penggunaan saldo laba tahun buku 2025 senilai Rp85,09 miliar untuk dua hal.
Baca Juga: Genjot Eksplorasi dan Efisiensi, NICL Targetkan Lepas 2,6 Juta Ton Nikel pada 2026
โPertama, menyalurkan dividen tunai sebesar Rp63,81 miliar atau 74,99%. Setiap saham akan memperoleh dividen tunai Rp6 per saham,โ jelasnya dalam paparan publik, Senin (4/5/2026).
Kedua, kata Ruddy, sisa dari laba bersih tahun buku 2025 atau setara dengan Rp21,27 miliar diproyeksikan dimasukkan dan dibukukan sebagai saldo laba NICL.
Sebagai pembanding, dari perolehan laba tahun buku 2024, NICL menyalurkan dividen sebesar Rp127,62 miliar. Ini setara dengan 60,83% saldo laba 2024.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

