PT PAM Mineral Tbk (NICL) menetapkan pembagian dividen tunai senilai Rp63,81 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 yang digelar Senin (4/5/2026). Kebijakan dividen tersebut mencerminkan penguatan kinerja keuangan NICL di tengah tekanan harga nikel global.
Direktur Utama NICL Ruddy Tjanaka menyatakan bahwa perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp345,14 miliar pada 2025, meningkat sebesar 8,27% atau naik setara Rp26,38 miliar dibanding tahun sebelum itu.
Kendati harga nikel global sedang mengalami tren penurunan, Ruddy menekankan, kinerja NICL tetap bertumbuh berkat volume penjualan yang meningkat hingga 13% menjadi 307.000 ton. Volume penjualan tersebut berasal dari kontribusi perseroan dan entitas anak usaha.
Ringkasnya, “Kinerja ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga kesinambungan operasional, meningkatkan daya saing, serta mempertahankan kinerja operasional dan keuangan yang sehat,” ujar Ruddy dalam paparan publik selepas RUPST secara virtual, Senin (4/5/2026).
Sesuai hasil RUPST, pemegang saham menyetujui penggunaan saldo laba tahun buku 2025 sebesar Rp85,09 miliar dialokasikan untuk dua pos utama. Pertama, sebesar Rp63,81 miliar atau setara 75% dari saldo laba diketok sebagai dividen tunai, alhasil pemegang saham NICL akan menerima dividen tunai sebesar Rp6 per saham.
Sementara pos yang kedua, saldo laba ditahan sebesar Rp21,27 miliar diputuskan pemegang saham sebagai tambahan modal kerja untuk memperkuat struktur keuangan NICL. Hasil RUPST tersebut secara bersamaan menempatkan perseroan sebagai emiten yang konsisten membayarkan dividen kepada para pemegang saham.
Tercatat, pada tahun buku 2024, emiten nikel bersandi sahan NICL tersebut juga menyetorkan dividen senilai Rp127,62 miliar atau Rp12 per saham, setara 60,83% dari saldo laba tahun tersebut.
Ruddy menyatakan, perihal pembagian dividen, NICL sejak awal memang berkomitmen menyalurkan dividen mulai dari dividen interim sampai tahunan demi menjaga dukungan kepada perseroan.
Di luar kebijakan dividen, NICL juga terus menjaga arah pertumbuhan dengan mempertahankan target produksi nikel tahun 2025 sebesar 2,6 juta Wet Metric Ton (WMT). Hingga akhir tahun, realisasi produksi menyentuh 2,56 juta WMT dengan penjualan kumulatif 10,23 juta WMT.
Optimalisasi operasional dan manajemen sumber daya menjadi fokus utama perseroan dalam menghadapi volatilitas harga komoditas. Strategi ini diharapkan mampu menjaga profitabilitas secara bersamaan memperkuat daya saing pada tahun berjalan.
Ringkasnya, editor: Muawwan Daelami
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

