Ringkasnya, bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP).
Dalam aksi korporasi tersebut, BIPP akan meluncurkan maksimal 502.866.937 saham Seri B dengan dilusi maksimal 9,09 persen.
Manajemen BIPP menjelaskan, dana penempatan terbatas akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan secara bersamaan memenuhi kebutuhan pendanaan dan modal kerja perseroan maupun entitas anak.
"Rencana penggunaan dana penempatan terbatas untuk memenuhi kebutuhan pendanaan dan modal kerja perseroan atau anak usaha dalam mendukung pengembangan dan ekspansi usaha perseroan termasuk sementara itu tidak terbatas pada belanja modal (capital expenditure) dan/atau pengeluaran operasional (operational expenditure)," tutur manajemen dalam surat kepada Bursa, Rabu (2/9/2026).
Terkait calon investor yang akan menyerap saham baru, perseroan kini masih menjalankan negosiasi dengan sejumlah calon strategic investor.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

