Kinerja keuangan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) cenderung mengalami pelemahan pada kuartal I 2026. Penghasilan maupun laba emiten di bidang penyewaan alat berat tersebut terkoreksi. Faktor penyebabnya antara lain adalah kenaikan beban pokok penghasilan, beban penjualan, beban umum dan administrasi serta beban bunga sepanjang kuartal I 2026.
Emiten penyewaan alat berat tersebut membukukan laba bersih periode berjalan sebesar US$15,983 juta (US$ 0,019 per saham) pada kuartal I 2026, turun 48,54% jika dibandingkan US$31,061 juta (US$0,037 per saham) pada kuartal I 2025.
Berdasarkan laporan keuangan per Maret 2026 yang dipublikasikan Rabu, 1 Juli Juni 2026, penghasilan bersih HEXA mengalami pelemahan senilai 1,39% berubah menjadi US$515,423 juta pada kuartal I 2026, dari US$522,417 juta pada periode sama tahun 2025.
Beban pokok penghasilan (BPP) HEXA mengalami kenaikan 3,10% jadi US$425,239 juta pada kuartal I 2026, dari US$412,414 juta pada kuartal I 2025. Akibatnya, laba kotor Perseroan mengalami pelemahan 18,23% berubah menjadi US$90,183 juta pada kuartal I 2026, dibanding US$110,300 juta pada kuartal I 2025.
Pada saat sama, beban penjualan HEXA meningkat dari US$28,113 juta dikuartal I 2025, menjadi US$28,927 juta pada kuartal I 2026. Beban umum dan administrasi juga meningkat ke US$34,542 juta, dari US$34,113 juta pada kuartal I 2025.
Begitu juga beban bunga mengalami kenaikan dari US$7,313 juta di kuartal I 2025, berubah menjadi US$7,339 juta pada kuartal I 2026. Laba sebelum pajak HEXA tanjlok 48,65% jadi US$20,552 juta di kuartal I 2026, dari US$40,025 juta kuartal I 2025.
Dari sisi neraca keuangan, HEXA memiliki total aset senilai US$407,032 JUTA per Maret 2026, mengalami pelemahan 10,92% dari US$456,960 juta per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas DSSA per Maret 2026, masing-masing senilai Rp224,032 juta dan US$2165 juta.
PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) didirikan pada bulan November 1988. Perusahaan ini bergerak dalam bidang perdagangan dan penyewaan alat-alat berat beserta suku cadangnya, khususnya merek Hitachi dan Bell, serta menyediakan layanan purna lepas.
Operasi komersialnya dimulai pada Januari 1989, kemudian menjalankan IPO pada Februari 1995. Perusahaan memiliki fasilitas layanan lengkap, termasuk manufaktur ulang, pusat pengelasan, layanan online, dan pusat pelatihan. Kini memiliki 20 kantor cabang, 13 kantor perwakilan, dan pusat pelatihan yang berlokasi di Balikpapan dan Jakarta.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

