PT Indofood CBP Berhasil Makmur Tbk (ICBP) membukukan kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun berjalan di tengah kondisi gejolak ekonomi, baik domestik maupun global.
Produsen mi instan dan makanan ringan milik taipan Anthoni Salim tersebut membukukan penjualan neto sepanjang kuartal I-2026 sebesar Rp21,72 triliun, meningkat 8 persen dibandingkan periode serupa tahun 2025 bernilai Rp20,18 triliun.
Penjualan dari Divisi Mi Instan melalui merek seperti Indomie, Supermi, dan Sarimi menyentuh Rp16,13 triliun atau 74 persen dari total penjualan ICBP. Penjualan mi instan tersebut meningkat 8,3 persen secara tahunan.
Seluruh divisi penjualan juga meningkat positif, kecuali Minuman yang turun 3 persen menjadi Rp361 miliar. Adapun penjualan dari divisi Dairy menyentuh Rp2,86 triliun, Makanan Ringan Rp1,24 triliun, Penyedap Makanan Rp1,16 triliun, dan Nutrisi dan Makanan Khusus Rp377 miliar.
Margin laba usaha masih sehat di level 21,3 persen meskipun laba usaha mengalami pelemahan 10 persen berubah menjadi Rp4,62 triliun. Penurunan tersebut lebih disebabkan oleh laba atas selisih kurs dari kegiatan operasi yang lebih rendah.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

