PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) atau WIKA Gedung berhasil memperkuat struktur keuangan selama kuartal I 2026. Hal ini tercermin dari membaiknya rasio Debt to Equity Ratio (DER) Perseroan berubah menjadi 0,99x serta penurunan total liabilitas berubah menjadi Rp1,92 triliun pada kuartal I-2026.
Pencapaian ini berubah menjadi fondasi penting bagi Perseroan dalam menjaga ketahanan bisnis, memperkuat disiplin pengelolaan keuangan, dan menghadapi dinamika sektor konstruksi yang masih menantang.
Hingga kuartal I 2026, WEGE membukukan pendapatan senilai Rp213,62 miliar dengan laba bruto senilai Rp10,63 miliar. Di tengah kondisi industri yang masih dinamis, Perseroan terus fokus pada efisiensi operasional, pengelolaan risiko, serta optimalisasi portofolio proyek yang lebih selektif dan sehat secara arus kas.
Perseroan juga menunjukkan komitmen dalam menjaga kesehatan neraca melalui pengendalian liabilitas dan efisiensi biaya pendanaan. Total liabilitas WEGE melemah ke Rp1,92 triliun di kuartal I 2026, dari Rp2,07 triliun per Desember 2025.
Penurunan tersebut turut mendukung perbaikan DER berubah menjadi 0,99x dibandingkan posisi akhir tahun 2025 senilai 1,05x. Dari sisi likuiditas, rasio lancar atau current ratio Perseroan tercatat senilai 1,80x pada kuartal I 2026, meningkat dibandingkan posisi 31 Desember 2025 senilai 1,72x. Hal ini mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga kecukupan aset lancar terhadap kewajiban jangka pendek.
Selain itu, beban keuangan WEGE juga melemah ke Rp3,79 miliar dari Rp7,84 miliar pada periode serupa tahun sebelum itu, menunjukkan upaya Perseroan dalam mengendalikan biaya pendanaan secara lebih efektif.
Pendapatan lainnya Perseroan turut naik ke Rp17,91 miliar pafa kuartal I 2026, dibandingkan Rp12,09 miliar pada kuartal I-2025. Peningkatan ini antara lain didukung oleh kontribusi dari ventura bersama yang pada periode ini tercatat sebesar Rp6,14 miliar.
Pada awal tahun 2026, WEGE telah memperoleh kontrak baru senilai Rp464,67 miliar. Perolehan kontrak baru per Maret 2026 tersebut mencakup sejumlah proyek, antara lain Proyek Sekolah Rakyat, Halte BRT Medan, RSUD Rupit, Hunian ASN, serta Hunian Kementerian Pekerjaan Umum.
Direktur Utama WEGE, Hadian Pramudita dalam siaran pers, Kamis 30 April 2026, menyatakan bahwa perolehan kontrak baru tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kesinambungan usaha Perseroan di tengah kondisi pasar konstruksi yang masih dinamis.
“WEGE memiliki fundasi kuat untuk terus bertahan dan beradaptasi di tengah ketidakpastian ekonomi kini. Kami berupaya menjaga momentum perolehan kontrak baru melalui strategi yang lebih selektif, prudent, dan berorientasi pada proyek-proyek yang sehat secara arus kas, alhasil target perolehan kontrak baru tahun berjalan dapat dicapai dengan hasil yang optimal,” ujarnya
Ke depan, papar Hadian, WEGE diproyeksikan terus memperkuat strategi bisnis melalui selektivitas proyek, pengendalian risiko, optimalisasi arus kas, serta efisiensi operasional. Perseroan juga diproyeksikan masih mendorong pengembangan solusi konstruksi yang inovatif dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan pasar dan arah transformasi industri konstruksi nasional. (konrad)
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

