PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau SIG, terus berupaya memperluas cakupan usahanyanya ke arah lini bisnis yang sesuai dengan kebutuhan konsumen (customer-centric).
Salah satunya dengan mengincar bisnis material konstruksi untuk jenis produk non-semen, yang diyakini memiliki potensi pasar yang tak kalah menjanjikan.
"Industri bahan bangunan di Indonesia itu memiliki ekosistem yang sangat besar. Kini, kontribusi semen baru menyentuh sekitar 11 persen dari total biaya material konstruksi. Jadi, masih ada 89 persen potensi dari bahan bangunan lainnya, yang bisa digarap oleh SIG," ujar Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, dalam keterangan resminya, Rabu (22/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Andriano, berkaitan dengan keterlibatan SIG dalam ajang The International Cement Industry Meets (Intercem) Asia 2026, yang digelar di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Menurut Andriano, keterlibatan pada Intercem Asia 2026 tersebut sangat penting dan strategis bagi SIG, khususnya dalam memperluas peluang kolaborasi global, sebagai bentuk upaya Perseroan dalam pengembangan inovasi bahan bangunan serta rantai pasok berkelanjutan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.
