PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) berhasil memangkas rugi bersih periode berjalan sebesar 69,85% pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan rugi bersih Rp252,46 juta, jauh lebih rendah dibandingkan periode sama tahun 2025 yang menyentuh Rp837,47 juta.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026 yang tidak diaudit, performa ini didorong oleh kenaikan pendapatan usaha. PGLI mengantongi pendapatan Rp5,40 miliar per Maret 2026. Angka ini meningkat 17,25% dari Rp4,60 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya.
Sektor makanan dan minuman berubah menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp3,55 miliar. Selain itu, pendapatan dari sewa kamar menyumbang Rp1,78 miliar dan pendapatan lainnya senilai Rp64,15 juta.
Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan juga merangkak meningkat ke Rp3,22 miliar dari sebelum itu Rp2,96 miliar. Meski demikian, Perseroan tetap mampu membukukan kenaikan laba kotor sebesar 33,01% menjadi Rp2,18 miliar dibandingkan Rp1,64 miliar pada kuartal I 2025.
Pada pos beban operasional, Perseroan membukukan kenaikan beban penjualan menjadi Rp1,43 miliar dari Rp1,23 miliar. Sebaliknya, beban umum dan administrasi berhasil ditekan tipis menjadi Rp1,12 miliar dari sebelum itu Rp1,13 miliar.
Efisiensi biaya dan pertumbuhan pendapatan ini membuat rugi usaha Perseroan menyusut menjadi Rp372,44 juta, dari sebelum itu rugi usaha Rp721,40 juta pada tahun sebelumnya. Adapun beban administrasi bank tercatat sebesar Rp32,75 juta.
Ringkasnya, terkait laporan ini, jajaran direksi yang dipimpin oleh Nicholas Spassky Hutapea selaku Presiden Direktur dan Linda Sari sebagai Direktur Keuangan menyatakan tanggung jawab penuh atas penyajian laporan keuangan tersebut.
Ringkasnya, โLaporan keuangan konsolidasian Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,โ tulis Direksi PGLI dalam keterbukaan informasi yang dikutip Sabtu (25/4/2026).
Menilik kekuatan neraca, total aset PGLI per 31 Maret 2026 tercatat senilai Rp34,71 miliar. Nilai ini mengalami pelemahan 2,93% jika dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang senilai Rp35,76 miliar.
Penurunan aset ini sejalan dengan berkurangnya kas dan setara kas menjadi Rp1,25 miliar dari Rp1,72 miliar. Persediaan juga melemah ke Rp663,12 juta dari sebelum itu Rp833,01 juta.
Sementara itu, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp22,12 miliar pada kuartal I 2026, turun dari Rp22,92 miliar pada akhir 2025. Penurunan terutama berlangsung pada utang bank jangka pendek yang menyusut tajam menjadi Rp53,16 juta dari posisi Desember 2025 sebesar Rp1,38 miliar.
Adapun total ekuitas PGLI berada di angka Rp12,59 miliar per Maret 2026. Posisi ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan akhir tahun 2025 yang senilai Rp12,84 miliar.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

