Prospek aset gas di Blok Bentu milik emiten Grup Bakrie PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dinilai masih kuat dan berpotensi berubah menjadi penopang pertumbuhan kinerja perseroan dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam riset terbarunya, UOB Kay Hian menilai, dikutip Dow Jones Newswires, aset tersebut diuntungkan oleh kontrak penjualan gas jangka panjang dengan PT PLN (Persero) maupun pelanggan industri, alhasil menyalurkan kepastian permintaan gas bagi perseroan.
Ringkasnya, selain itu, lapangan Bentu juga memperoleh efisiensi dari penggunaan infrastruktur bersama dengan lapangan Korinci Baru yang membantu menekan biaya operasional.
Ringkasnya, dalam jangka pendek, UOB Kay Hian melihat sejumlah katalis positif bagi ENRG, termasuk pengembangan lapangan Central East Napuh dan mulai beroperasinya fasilitas pemisahan kondensat North Segat Deep.
Sejalan dengan prospek tersebut, UOB Kay Hian menaikkan target harga saham ENRG menjadi Rp1.870 dari sebelum itu Rp1.700 per saham. Broker tersebut juga mempertahankan rekomendasi akumulasi (buy) untuk saham ENRG.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

