Saham PT Astra International Tbk (ASII) memang tengah berada dalam tekanan setelah terjungkal 8,48 persen ke level Rp5.125 per unit pada perdagangan Selasa (26/5/2026) lalu.
Sementara itu, sejumlah analis menilai prospek saham konglomerasi tersebut masih menarik seiring langkah strategis perseroan untuk meningkatkan imbal hasil pemegang saham atau total shareholder return (TSR).
Tekanan pada saham ASII dalam beberapa waktu terakhir lebih banyak dipicu aksi lepas investor asing di pasar domestik.
Dalam sepekan terakhir, investor asing tercatat membukukan lepas bersih Rp334,08 miliar di pasar reguler. Adapun dalam sebulan terakhir, net sell asing menyentuh Rp490,91 miliar.
Ringkasnya, di tengah tekanan tersebut, Astra baru saja mengumumkan hasil strategic review yang dijalankan sejak semester II-2025.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

