Transaksi negosiasi saham PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) menyentuh Rp1,35 triliun dalam beberapa hari perdagangan di tengah rumor akuisisi saham oleh pengusaha Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam. Melansir CNBC Indonesia, berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi negosiasi saham BBCA berlangsung sejak Kamis (24/9) hingga Selasa (29/9).
Pada Kamis, tercatat transaksi negosiasi saham BBCA bernilai Rp485,9 miliar dengan volume 778 ribu lot pada harga rata-rata Rp6.242 per lembar. SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Transaksi besar kembali berlangsung pada Jumat dengan nilai Rp111,1 miliar untuk 178 ribu lot saham BBCA, pada harga rata-rata Rp6.233 per lembar.
Kemudian kemarin, transaksi negosiasi saham BBCA menyentuh Rp710,4 miliar dengan volume 1,1 juta lot pada harga rata-rata Rp6.208 per lembar. Sementara itu, hingga pukul 11.30 WIB pada perdagangan hari ini (29/9), kembali tercatat transaksi negosiasi BBCA bernilai Rp77 miliar untuk 124 ribu lot, dengan harga rata-rata Rp6.168 per lembar.
Jika ditotal, transaksi negosiasi saham BBCA tersebut menyentuh sekitar Rp1,35 triliun, dengan volume sekitar 2,18 juta lot saham. Transaksi berlangsung pada rentang harga Rp6.100 hingga Rp6.200-an per lembar.
Sementara itu, belum diketahui pihak yang menjalankan transaksi maupun tujuan transaksi tersebut. Transaksi negosiasi dalam jumlah besar tersebut berlangsung ketika rumor akuisisi BBCA oleh Haji Isam ramai beredar di media sosial.
Melalui jaringan bisnisnya, Haji Isam dikabarkan diproyeksikan mengambil alih kepemilikan saham BBCA yang selama ini identik dengan Grup Djarum milik keluarga Hartono. Sumber awal rumor tersebut belum diketahui secara jelas.
BCA sendiri telah membantah rumor mengenai rencana aksi korporasi tersebut. "Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, berpotensi kami sampaikan bahwa INFORMASI TERSEBUT TIDAK BENAR," ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn dalam keterangannya, Jumat (25/9).
Hera mengimbau nasabah dan masyarakat untuk mengakses informasi mengenai BCA melalui sumber resmi perusahaan maupun media yang kredibel. "Kami mengimbau nasabah dan masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber-sumber yang resmi, baik dari situs resmi perusahaan maupun outlet media yang kredibel," ujarnya. Ia menekankan BCA senantiasa menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip kehati-hatian, integritas, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

