PT Allo Bank Indonesia Tbk ("Allo Bank" atau "Bank") hari ini mengumumkan laba bersih sesudah pajak senilai Rp. 104 miliar (tidak diaudit) untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026 ("1Q26"), memenuhi tujuan Bank untuk menjalankan operasional bisnis secara menguntungkan dengan menyediakan solusi perbankan bagi nasabah ritel, UMKM dan korporat. Kinerja operasional Bank terus membaik selama periode tersebut dengan pendapatan operasional mengalami kenaikan 23% year-on-year ("yoy") berubah menjadi Rp. 474 miliar, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya.
Pendapatan bunga bersih meningkat 21% yoy menjadi Rp. 378 miliar, sementara pendapatan berbasis biaya meningkat 28% yoy menjadi Rp96 miliar, didukung oleh penyaluran pinjaman di tengah kondisi makroekonomi yang menantang. SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Margin Bunga Bersih (NIM) naik ke 10,4% dibandingkan dengan 9,8% pada periode serupa tahun sebelumnya, mencerminkan manajemen aset & liabilitas yang efektif terutama di segmen Retail Banking.
Kredit yang disalurkan Bank tercatat meningkat 32% yoy berubah menjadi Rp9,140 triliun pada akhir kuartal pertama tahun 2026, didorong oleh pertumbuhan di segmen Retail Banking dan Wholesale Banking. Bank terus menunjukkan disiplin dalam kualitas pinjamannya, sebagaimana tercermin dalam Gross dan Net Non Performing Loan (NPL) masing-masing senilai 1,6% dan 0,7%.
Sementara itu, basis pendanaan semakin beragam dan terus meningkat. Dana Pihak Ketiga mengalami peningkatan signifikan sebesar 37% yoy menjadi Rp6,762 triliun, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan dalam memanfaatkan produk dan layanan Bank dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Bank mempertahankan rasio permodalan yang kuat terhadap Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dan mengakhiri periode dengan Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebesar 72,5%, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Ekuitas Bank meningkat 2% yoy menjadi Rp7,533 triliun, meningkat positif secara organik dari laba ditahan dan pendapatan tahun berjalan.
Ringkasnya, posisi ekuitas yang kuat ini sangat suportif untuk mendukung aspirasi pertumbuhan Bank di masa depan dan memposisikan Allo Bank sebagai salah satu bank umum berbasis digital dengan permodalan terbaik di Indonesia. Ke depan, Bank telah menetapkan untuk mengembangkan bisnisnya secara kompetitif dan berkelanjutan melalui personalisasi produk dan layanan perbankan.
Ari Yanuanto Asah, Plt. Direktur Utama Allo Bank, menyatakan, "Selama tahun 2026, kami akan mendorong pertumbuhan bisnis dengan meningkatkan pengalaman pengguna melalui inovasi teknologi alhasil nasabah akan mampu menjalankan personalisasi untuk mendapatkan nilai tambah sesuai dengan kebutuhan nasabah (customer first).
Kami diproyeksikan mengutamakan aktivitas bisnis berbasis digital (digital first) dan integrasi layanan finansial dengan ekosistem mitra (ecosystem first) dalam rangka menjalankan bisnis Bank. Di samping itu, kami juga diproyeksikan terus memperluas kemitraan strategis dengan mitra ekosistem untuk meningkatkan jangkauan pasar".
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

