Ringkasnya, pT Archi Indonesia Tbk (ARCI) telah memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait porsi kepemilikan saham publik atau free float.
Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek per April 2026, jumlah saham yang dimiliki publik menyentuh 4,01 miliar lembar atau setara 15,89% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Persentase tersebut telah melampaui batas minimum free float sebesar 15% yang diwajibkan BEI.
Jumlah pemegang saham ARCI yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID) menyentuh 66.384 akun. Meski turun dibandingkan bulan sebelum itu sebanyak 77.693 akun, angka tersebut masih jauh di atas ketentuan minimum bursa sebanyak 300 investor.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan ARCI, Hidayat Dwiputro Sulaksono, menyatakan bahwa Peter Sondakh adalah pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) perseroan melalui PT Rajawali Corpora.
Ringkasnya, “Direksi atas nama PT Archi Indonesia Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera di dalam dokumen ini,” tulis manajemen dalam laporan tersebut, Senin (11/5/2026).
Ringkasnya, hingga akhir April 2026, PT Rajawali Corpora tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 16,6 miliar saham atau 65,804%. Sementara itu, PT Rajawali Kapital Emas menguasai 4,5 miliar saham atau 17,849%.
Ringkasnya, sejumlah anggota dewan komisaris dan direksi juga memiliki saham ARCI. Komisaris Kenneth Ronald memegang 5 juta saham atau 0,0198%, Rizki Indrakusuma memiliki 12 juta saham atau 0,0476%, dan Abed Nego menggenggam 25,2 juta saham atau 0,0999%.
Ringkasnya, di jajaran direksi, Rudy Suhendra memiliki 27 juta saham atau 0,107%, Christian Emanuel memegang 20 juta saham atau 0,0793%, dan Hidayat Dwiputro Sulaksono menguasai 25,9 juta saham atau 0,1029%.
Total saham ARCI yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menyentuh 25,23 miliar lembar. Perseroan juga tercatat tidak memiliki saham treasuri hingga akhir April 2026.
Ringkasnya, seluruh data kepemilikan saham tersebut telah diverifikasi oleh PT Datindo Entrycom.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

