Dalam peringatan Hari Keluarga Nasional pada 29 Juni, Bank Mandiri mempertegas komitmennya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga Indonesia melalui ekosistem inklusi keuangan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, secara bersamaan menghadirkan pengalaman layanan keuangan yang mudah, aman, dan nyaman hingga ke kelompok yang selama ini terbatas aksesnya. Penguatan jaringan Mandiri Agen, pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI), penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga pengembangan kapasitas UMKM menjadi pilar utama hadirnya akses keuangan yang membuka peluang kesejahteraan bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menuturkan, keberhasilan pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring kemampuan perusahaan menciptakan dampak sosial yang nyata dan terukur bagi masyarakat. "Bank Mandiri meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi yang inklusif adalah pilar penting bagi kemajuan bangsa. Karena itu, kami terus menguatkan ekosistem layanan yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal, alhasil dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga Indonesia," ujar Henry dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2026).
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, bank bersandi saham BMRI ini membangun ekosistem inklusi keuangan yang saling terhubung dalam sinergi yang terintegrasi, mulai dari perluasan akses perbankan, penyediaan pembiayaan produktif, pemberdayaan pekerja migran, hingga peningkatan kapasitas pelaku usaha yang berdampak nyata bagi masyarakat. Berdasarkan Bank Mandiri, inklusi keuangan adalah bentuk nyata dari kenyamanan layanan.
Kemudahan dan keamanan bertransaksi berubah menjadi bermakna ketika dirasakan bukan hanya oleh nasabah di kota besar, tetapi juga oleh keluarga, pekerja migran, dan pelaku usaha kecil di seluruh negeri. Semangat ini sejalan dengan penilaian Customer Experience 100 (CX100) yang diinisiasi Danantara, yang menempatkan kemudahan, keamanan, dan kedekatan layanan sebagai standar kualitas BUMN.
Bagi Bank Mandiri, kenyamanan seperti ini bukan sesuatu yang diklaim, melainkan dibuktikan setiap hari oleh masyarakat yang terus memilih layanannya. Semangat itulah yang berubah menjadi inti dari Nyaman Bersama Mandiri.
Ringkasnya, hingga akhir 2025, Bank Mandiri didukung 111.035 Mandiri Agen yang tersebar di berbagai wilayah untuk memperluas akses perbankan hingga pelosok negeri. Jaringan tersebut memfasilitasi pembukaan sekitar 3,5 juta rekening baru, melayani 963 ribu debitur KUR, dan mendukung pengelolaan 531 koperasi desa dan kecamatan.
Di sisi pembiayaan, sepanjang 2025 bank berlogo pita emas ini menyalurkan KUR senilai Rp40,99 triliun kepada 355.658 UMKM atau 106,5 persen dari target yang ditetapkan. Sebanyak Rp25,13 triliun atau 61,54 persen dari total penyaluran masuk ke sektor produksi, dengan pertanian sebagai penerima terbesar, diikuti jasa produksi, industri pengolahan, dan perikanan.
Menurut Henry, penyaluran pembiayaan produktif itu adalah bagian dari strategi Bank Mandiri menciptakan akselerasi yang bertumbuh, dengan menopang sektor-sektor ekonomi yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi daerah. Selain menopang ekonomi domestik, Bank Mandiri mendukung kesejahteraan PMI melalui Program Kelompok Belajar (Pokjar) yang menjangkau 21.074 PMI aktif di berbagai negara tujuan kerja.
Program ini menyalurkan edukasi literasi keuangan, akses layanan perbankan formal, serta kemudahan remitansi melalui Mandiri International Remittance di Malaysia. Bank Mandiri memandang pemberdayaan PMI sebagai wujud peran mitra strategis pemerintah dalam memperkuat perlindungan pekerja migran dan menopang ketahanan ekonomi keluarga melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik.
Untuk melengkapi akses pembiayaan, sepanjang 2025 sebanyak 17.600 UMKM memperoleh pendampingan melalui Rumah BUMN, sementara program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) melahirkan 20 finalis wirausaha terbaik dari upaya mencetak generasi pengusaha masa depan. Berbagai inisiatif itu dirancang saling melengkapi, alhasil masyarakat tidak hanya memperoleh akses layanan keuangan dan pembiayaan, sementara itu juga pendampingan dan peluang peningkatan kapasitas usaha secara konsisten.
Henry menekankan, keseluruhan program itu adalah bagian dari komitmen Bank Mandiri menghadirkan keunggulan yang berkelanjutan melalui penguatan ekosistem sosial dan ekonomi yang berdampak luas. "Kami percaya pertumbuhan Bank Mandiri akan semakin bermakna ketika manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat. Melalui perluasan akses keuangan, pembiayaan produktif, pemberdayaan PMI, dan penguatan kapasitas UMKM, kami ingin terus berkontribusi membangun ketahanan ekonomi keluarga secara bersamaan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan lestari," tutup Henry.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Bank Mandiri terus mempertegas perannya sebagai ekosistem penggerak ekonomi negeri yang menghubungkan masyarakat dengan akses keuangan, pembiayaan, dan pemberdayaan dalam satu kesatuan yang saling mendukung untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih merata, secara bersamaan memastikan pengalaman layanan yang nyaman dapat dirasakan secara setara di seluruh lapisan masyarakat.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

