PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencetak laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusi ke pemilik sebesar Rp1,76 triliun pada Maret 2026, susut 2,22% dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,8 triliun.
Melihat laporan keuangan yang dipublikasi perseroan, perolehan tersebut berasal dari pendapatan bunga yang mengalami pelemahan 8,51% secara tahunan (year on year/yoy) berubah menjadi Rp5,7 triliun pada kuartal I-2026. Sementara itu, beban bunga mengalami perbaikan 14,78% (yoy) berubah menjadi Rp2,48 triliun.
Alhasil, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tercatat sebesar Rp3,22 triliun, susut 3,01% (yoy). Di tengah kondisi global yang masih diselimuti ketidakpastian, perseroan juga membukukan impairment Rp402,82 miliar, meningkat 121,93% (yoy) pada kuartal I-2026.
Ringkasnya, selain itu, transaksi keuangan melalui aplikasi OCTO meningkat 29% pada kuartal I-2026. Peningkatan transaksi ini juga turut mendukung pendapatan fee based perseroan.
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan menuturkan, perseroan menjalankan pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif, dengan dukungan pendanaan current account savings account (CASA) yang kuat dan menyentuh rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, alhasil memperkuat kemampuan dalam menjaga margin.
Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/CoC) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, secara bersamaan memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.
โKe depan, dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti, secara bersamaan menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin," jelas Lani dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
Pertumbuhan kredit diproyeksikan dilakukan secara prudent, dengan masih menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah ini selaras dengan strategi Forward30 serta purpose perseroan, yaitu Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi mereka.
Ringkasnya, hasil yang baik pada kuartal ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia.
CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang baik dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing senilai 25,3% dan 89,2%.
Total aset konsolidasian adalah senilai Rp368,2 triliun per 31 Maret 2026, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
Total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 2,3% (yoy) menjadi Rp260,1 triliun didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 12,2% (yoy) menjadi Rp192,3 triliun, alhasil rasio CASA meningkat ke 73,9%. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan CIMB Niaga dalam mempererat hubungan dengan nasabah serta meningkatkan pengalaman perbankan digital.
Sementara itu, total kredit/pembiayaan meningkat 2,2% (yoy) menjadi Rp235,1 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari Corporate Banking sebesar 4,8% (yoy), diikuti segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) sebesar 1,2% (yoy), serta Consumer Banking sebesar 0,2% (yoy). Pertumbuhan kredit/pembiayaan ritel terutama didorong oleh pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat 4% (yoy).
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

