PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan menyalurkan dividen tunai jumbo senilai Rp4,07 triliun. Nilai ini setara 60% dari total laba bersih Perseroan tahun buku 2025 sebesar Rp6,78 triliun..
Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Jumat (17/4/2026). Pemegang saham menetapkan sisa laba bersih sebesar Rp2,71 triliun sebagai laba ditahan. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai kegiatan operasional dan pengembangan usaha Perseroan.
Adapun jadwal pembagian dividen BNGA adalah sebagai berikut:
“Dibagikan sebagai dividen tunai final setinggi-tingginya 60% dari Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2025,” bunyi ringkasan risalah rapat BNGA.
Selain pembagian laba, rapat menyetujui perombakan susunan pengurus. Pemegang saham mengangkat Budiman Tanjung sebagai Direktur Perseroan yang baru.
RUPST juga menetapkan kembali Didi Syafruddin Yahya sebagai Presiden Komisaris. Sementara Sri Widowati dan Farina J. Situmorang tetap menjabat sebagai Komisaris Independen.
Berikut susunan terbaru Direksi BNGA:
Terkait remunerasi, BNGA mengalokasikan honorarium Dewan Komisaris maksimal Rp33,38 miliar untuk tahun 2026. Perseroan juga menyiapkan tantiem atau bonus untuk Direksi maksimal Rp84,65 miliar dari laba tahun buku 2025.
Pemegang saham turut menyetujui rencana pembelian kembali (buyback) saham Perseroan. Aksi korporasi ini menyasar maksimal 220 ribu saham dengan alokasi biaya paling banyak Rp480 juta.
Terakhir, RUPST menunjuk Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (PwC) sebagai auditor laporan keuangan 2026. Perseroan menyiapkan honorarium jasa audit sebesar Rp10,03 miliar.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.
