PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp760,52 miliar atau setara 89% dari total dana bersih yang didapat perseroan.
Berdasarkan laporan penggunaan dana per 30 Juni 2026, VKTR memperoleh dana IPO sebesar Rp875 miliar. Setelah dikurangi biaya penawaran umum Rp19,686 miliar, perseroan membukukan hasil bersih Rp855,314 miliar. Dari jumlah tersebut, dana yang telah direalisasikan menyentuh Rp760,52 miliar, alhasil masih tersisa dana Rp94,793 miliar.
Direktur secara bersamaan Corporate Secretary PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Indah Permatasari Saugi, menyatakan laporan realisasi penggunaan dana hasil IPO tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 15 Juli 2026.
Dari total dana bersih IPO, VKTR sebelum itu merencanakan alokasi dana untuk belanja modal sebesar Rp344,59 miliar, penyertaan modal kepada perusahaan anak Rp100 miliar, pelunasan sebagian utang perseroan kepada TTM Rp21,46 miliar, pelunasan sebagian utang kepada AMS Rp11,947 miliar, serta modal kerja Rp377,317 miliar.
Hingga akhir Juni 2026, realisasi penggunaan dana menunjukkan belanja modal telah menyentuh Rp295,296 miliar atau sekitar 85,7% dari rencana. Sementara realisasi penyertaan modal kepada perusahaan anak sebesar Rp54,5 miliar atau 54,5% dari target. Adapun penggunaan dana untuk pelunasan utang kepada TTM dan AMS serta modal kerja telah terealisasi seluruhnya atau 100% dari rencana.
Perseroan juga menerangkan sisa dana hasil IPO sebesar Rp100 miliar ditempatkan dalam instrumen deposito dengan jangka waktu enam bulan dan tingkat bunga 5% per tahun. Dana tersebut ditempatkan di PT Bank KEB Hana Indonesia yang memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan.
Dalam lampiran laporan, VKTR menjelaskan terdapat hubungan afiliasi karena Komisaris Independen Perseroan, Dino Patti Djalal, juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank KEB Hana Indonesia. Sementara itu, perseroan menyatakan tidak terdapat benturan kepentingan atas hubungan tersebut.
Adapun biaya penawaran umum senilai Rp19,686 miliar terdiri atas biaya jasa penjaminan emisi Rp8,286 miliar, biaya jasa penyelenggaraan Rp1,05 miliar, biaya jasa penjualan Rp1,05 miliar, biaya profesi penunjang pasar modal Rp4,27 miliar, biaya lembaga penunjang pasar modal Rp55 juta, serta biaya lain-lain Rp4,976 miliar. Tidak terdapat biaya jasa konsultasi keuangan dalam pelaksanaan IPO tersebut.
Ringkasnya, laporan penggunaan dana hasil IPO VKTR tersebut disampaikan kepada OJK dan ditembuskan kepada PT Bursa Efek Indonesia pada 15 Juli 2026.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

