Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terangkat terbatas pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Pilarmas Investindo Sekuritas melihat indeks masih memiliki peluang melanjutkan penguatan di tengah sentimen dari IPO PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) dan pergerakan pasar obligasi yang cenderung terbatas.
Pada perdagangan Kamis (9/7/2026), IHSG ditutup terangkat 39,069 poin atau 0,67% ke level 5.912,442 dari posisi pembukaan di level 5.865,768. Sektor basic materials menjadi penopang utama dengan kenaikan 2,10%, sementara sektor healthcare menjadi sektor dengan kinerja terendah setelah turun 1,24%.
Ringkasnya, associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pergerakan pasar masih dipengaruhi berbagai sentimen global, terutama perkembangan ekonomi Tiongkok dan Amerika Serikat.
Pilarmas mencermati data inflasi Tiongkok yang menunjukkan tanda perlambatan. Indeks harga produsen (PPI) Tiongkok naik dari 3,9% menjadi 4,1%, sementara inflasi konsumen (CPI) turun dari 1,2% menjadi 1%. Kondisi tersebut dipengaruhi pergerakan harga minyak yang kembali bergejolak akibat meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain itu, data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan klaim pengangguran awal (Initial Jobless Claims) turun dari 217 ribu menjadi 215 ribu. Sementara itu, klaim pengangguran berkelanjutan (Continuing Claims) naik dari 1,806 juta menjadi 1,814 juta.
Pilarmas juga menyoroti langkah Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang membentuk lima gugus tugas untuk mengevaluasi strategi komunikasi dan pengambilan kebijakan bank sentral AS. Langkah tersebut bertujuan memastikan The Fed berada dalam posisi terbaik untuk menyentuh target kebijakan yang diinginkan.
Dari dalam negeri, Pilarmas menilai implementasi program mandatori biodiesel B50 berpotensi berubah menjadi katalis positif bagi perekonomian nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memperkirakan program tersebut berpotensi meningkatkan penghematan devisa dari sekitar Rp133 triliun pada era B40 berubah menjadi Rp170 triliun sesudah penerapan B50.
Selain itu, program B50 diproyeksikan meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit dari Rp20,92 triliun berubah menjadi Rp23,49 triliun, menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO2 sepanjang 2026.
Kini, sekitar 56% konsumsi solar telah menggunakan B50 dan pemerintah menargetkan seluruh penggunaan solar beralih ke B50 dalam dua bulan mendatang.
Pilarmas mengungkap kebijakan tersebut berpotensi mendukung sektor sawit, energi terbarukan, dan stabilitas eksternal Indonesia dalam jangka menengah.
Ringkasnya, secara teknikal, Pilarmas memperkirakan IHSG bergerak pada rentang support 5.640 dan resistance 6.000.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi terangkat terbatas dengan support dan resistance 5.640 – 6.000,” tulis Pilarmas dalam riset hariannya.
Ringkasnya, seiring proyeksi tersebut, Pilarmas merekomendasikan tiga saham yang layak dicermati pada perdagangan hari ini, yakni:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

