Ringkasnya, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak bangkit pada Jumat (12/6/2026) di tengah membaiknya sentimen pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level 6.000 atau terangkat 2,1 persen, dan rupiah terapresiasi 0,7 persen ke Rp17.870 per USD.
Berdasarkan Stockbit, penguatan IHSG dan rupiah ditopang oleh penurunan harga minyak dunia serta klarifikasi Danantara terkait peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia dalam tata kelola ekspor komoditas strategis.
Harga minyak mentah Brent tercatat turun 4,1 persen ke kisaran USD86,7 per barel. Pelemahan harga energi berlangsung setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran semakin dekat menyentuh kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz menjelang pertemuan Group of Seven (G7) pada 15-17 Juni 2026.
Sejumlah pejabat anonim G7 yang dikutip Bloomberg mengungkap Iran telah mengindikasikan kesediaan untuk menyentuh kesepakatan, meskipun kemungkinan masih dalam bentuk nota kesepahaman dan belum menjadi perjanjian final.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

