PT Indointernet Tbk (EDGE) atau Indonet mengumumkan, pihaknya menambah setoran modal ke entitas anak Perseroan, PT Digital Gayana Ekagrata (DGE) senilai Rp640 miliar pada tanggal 04 Mei 2026.
Donauly Elena Situmorang, Sekretaris Perusahaan EDGE, dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan, Selasa 05 Mei 2026 menuturkan, transaksi ini dilakukan untuk mendukung kegiatan usaha dan rencana pengembangan DGE. “Dana tersebut untuk belanja modal DGE,” ujarnya.
Menurut Donauly, transaksi ini adalah Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material karena nilainya lebih dari 20% dari ekuitas Perseroan. Sementara itu, termasuk dalam kategori transaksi yang dikecualikan dari kewajiban penilaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf b POJK 42 dan Pasal 11 huruf (a) POJK 1.
Pasalnya, Perseroan memiliki 99,99% saham dari seluruh modal disetor dalam entitas anak DGE. Selain itu, transaksi tersebut adalah transaksi antara Perusahaan Terkendali yang sahamnya dimiliki paling sedikit 99% oleh Perseroan.
Dari sisi keuangan, EDGE atau disebut Indonet membukukan pendapatan Rp243,02 miliar pada kuartal I 2026, naik 31,23%, dari Rp185,17 miliar pada periode sama 2025. Penyumbang terbesar pendapatan EDGE pada Januari-Maret 2026 berasal dari lini bisnis pusat data yakni Rp161,01 miliar, atau sekitar 66,25% dari total pendapatan Perseroan.
Ringkasnya, adapun lini konektivitas dan dan layanan Cloud, masing-masing mengkontribusi pendapatan Rp74,09 miliar dan Rp70,07 miliar.
Meski pendapatan mengalami kenaikan, laba EDGE yang berpotensi diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami pelemahan 9,46% berubah menjadi Rp34,40 miliar pada kuartal I 2026 (Rp17 per saham), jika dibandingkan Rp35,60 miliar (Rp18 per saham) pada kuartal I 2025.
Penurunan laba di tengah peningkatan pendapatan EDGE ini disebabkan oleh membengkaknya beban umum dan administrasi sebesar 27,99% jadi Rp33,71 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp26,33 miliar pada kuartal I 2025. Selain itu, penurunan laba juga dipicu oleh beban pinjaman EDGE yang melonjak 72,94% menjadi Rp43,19 miliar, dari Rp23,12 miliar pada kuartal I 2025. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

