Emiten energi Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada (ENRG) menyuntik tiga anak usaha miliknya senilai US$ 64,67 juta setara Rp1,16 triliun. Angka itu dengan kurs Rp18.060 per dolar Amerika Serikat (US$).
Suntikan modal itu, mengucurkan Energi Maju Abadi (EMA), Imbang Tata Alam (ITA), dan EMP Bentu Limited (EMP Bentu). Detailnya, EMA memperoleh pinjaman US$ 9,59 juta setara Rp162,22 miliar, ITA bernilai US$ 49,69 juta atau Rp839,93 miliar, dan EMP Bentu sebesar US$ 5,37 juta alias Rp90,89 miliar.
Dana untuk EMA telah digunakan untuk pembayaran sisa pokok utang kepada Bank Mandiri (BMRI), dan modal kerja. Berikutnya, guyuran modal untuk ITA telah digunakan untuk pembayaran sebagian pokok utang fasilitas kredit term loan 2 kepada Bank Mandiri.
Ringkasnya, pinjaman kepada EMP Bentu telah digunakan untuk modal kerja. Sumber dana itu, dari hasil pelaksanaan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2026.
Pemberian pinjaman kepada EMA, ITA, dan EMP Bentu tersebut digelar sesuai dengan rencana penggunaan dana has il obligasi berkelanjutan I Tahap II 2026. Masing -masing pinjaman tersebut memiliki jangka waktu selambat -lambatnya 5 tahun sejak tanggal pencairan pinjaman, dengan tingkat suku bunga 8,60 persen per tahun.
ENRG adalah pemegang saham secara langsung dan/atau tidak langsung pada EMA, ITA dan EMP Bentu, alhasil pemberian pinjaman tersebut adalah transaksi afiliasi. Sementara itu demikian, transaksi dimaksud adalah transaksi afiliasi dikecualikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf (b) angka (1) POJK 42/2020.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

