PT Harum Energy Tbk (HRUM) memutuskan untuk kembali absen menyalurkan dividen kepada pemegang saham. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat arus kas sejalan dengan transformasi yang dilakukan perusahaan tambang tersebut ke sektor nikel.
Keputusan untuk tidak membagi dividen ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (3/6/2026). Perseroan terakhir kali menyalurkan dividen pada Desember 2022.
Dalam RUPST itu, pemegang saham menyetujui usulan terkait alokasi penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang menyentuh USD37,4 juta. Dari angka itu, sebesar USD100 ribu ditetapkan untuk dana cadangan yang nantinya membuat jumlahnya menyentuh USD4,59 juta atau 15,9 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Sementara sisa laba tahun sebelumnya ditetapkan untuk menambah saldo laba. Keputusan tersebut mempertimbangkan proyeksi kebutuhan investasi dan belanja modal, kewajiban jangka pendek, dan posisi kas perseroan.
Sebagai informasi, Harum Energy tengah bertranformasi dari perusahaan batu bara berubah menjadi perusahaan nikel. Hal tersebut tercermin dari komposisi pendapatan perseroan pada awal 2026.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

