PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan porsi kepemilikan saham publik (free float) sebesar 7,78% pada akhir April 2026. Angka ini turun tipis dibandingkan posisi Maret 2026 yang sebesar 7,92%.
Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek yang disampaikan perseroan, jumlah saham publik TBIG menyentuh 1.762.117.582 lembar saham. Persentase tersebut masih berada di bawah ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mewajibkan emiten papan utama memiliki saham beredar di publik minimal 15%.
Penurunan porsi saham publik berlangsung seiring meningkatnya jumlah saham treasuri hasil pembelian kembali (pembelian kembali saham) oleh perseroan.
Per April 2026, jumlah saham treasuri TBIG tercatat sebanyak 96.385.100 lembar atau setara 0,43% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Sebulan sebelum itu, saham treasuri perseroan tercatat sebanyak 64.517.900 lembar atau 0,285%.
Pemegang saham utama secara bersamaan pengendali, PT Bersama Digital Infrastructure Asia, tetap menguasai mayoritas saham perseroan dengan kepemilikan sebanyak 18.418.171.023 lembar saham atau setara 81,29%.
Ringkasnya, selain itu, PT Wahana Anugerah Sejahtera tercatat sebagai pemegang saham dengan porsi di atas 5%, yakni sebanyak 2.122.271.590 lembar saham atau 9,37%.
Ringkasnya, sejumlah anggota direksi dan komisaris juga memiliki saham TBIG. Direktur Hardi Wijaya tercatat memiliki 68.359.905 lembar saham atau 0,30%. Komisaris Edwin Soeryadjaya menggenggam 71.585.630 lembar saham atau 0,32%.
Direktur Herman Setya Budi memiliki 4.625.000 lembar saham atau 0,02%. Direktur Budianto Purwahjo memegang 5.025.000 lembar saham atau 0,02%, sementara Direktur Helmy Yusman Santoso memiliki 3.125.000 lembar saham atau 0,01%.
Laporan bulanan ini disusun bekerja sama dengan Biro Administrasi Efek (BAE), PT Datindo Entrycom. Jumlah pemegang saham berdasarkan Single Investor Identification (SID) tercatat masih sebanyak 7.099 investor.
Ringkasnya, adapun pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) TBIG adalah Edwin Soeryadjaya dan Winato Kartono. Keduanya mengendalikan perseroan secara langsung maupun tidak langsung melalui PT Bersama Digital Infrastructure Asia.
โDireksi bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera di dalam dokumen ini,โ tulis Helmy Yusman Santoso selaku Chief Financial Officer secara bersamaan Corporate Secretary TBIG dalam keterbukaan informasi dikutip Sabtu (9/5/2026).
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

