Ringkasnya, pT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan.
Ringkasnya, bank bersandi saham BMRI ini mengandalkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha produktif.
SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan menyatakan penyaluran KUR perseroan menyentuh Rp17,77 triliun hingga 31 Mei 2026. Pembiayaan berbunga rendah ini telah dinikmati oleh 135.829 pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Ringkasnya, realisasi tersebut setara 43,34% dari target penyaluran KUR Bank Mandiri tahun 2026. Angka ini mencerminkan akselerasi dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Penyaluran KUR BMRI masih diimbangi penerapan prinsip kehati-hatian dengan rasio non-performing loan (NPL) di kisaran 1%.
“Pencapaian ini menunjukkan keunggulan yang berkelanjutan dalam model bisnis mikro Bank Mandiri yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pembiayaan, tetapi juga menjaga kualitas portofolio agar masih sehat dan berdaya tahan,” ujar Bayu dikutip Senin (6/7/2026).
Berdasarkan Bayu, keberhasilan penyaluran KUR tidak terlepas dari sinergi terintegrasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha. Kolaborasi tersebut berubah menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan kompetitif.
Dari total penyaluran hingga Mei 2026, senilai 63,54% atau Rp11,29 triliun mengalir ke sektor produksi. Sisanya senilai 36,46% atau Rp6,48 triliun dialokasikan ke sektor non-produksi. Dominasi sektor produktif ini bertujuan memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui multiplier effect yang lebih luas.
Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai penyaluran menyentuh Rp5,82 triliun atau 32,77% dari total KUR. Sektor jasa produksi berada di posisi kedua sebesar Rp3,86 triliun atau 21,72%. Lalu industri pengolahan sebesar Rp1,35 triliun atau 7,60% dan sektor perikanan sebesar Rp249 miliar atau 1,41%.
Bank Mandiri juga aktif mendukung Program Tiga Juta Rumah milik pemerintah. Hingga Mei 2026, perseroan menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sisi demand senilai Rp493,10 miliar kepada 1.764 debitur. Pembiayaan ini diperuntukkan bagi UMKM yang membutuhkan dukungan pembelian, pembangunan, dan renovasi tempat usaha.
Ringkasnya, secara kumulatif, sejak program KUR meluncur pada 2008 hingga 31 Mei 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp321,01 triliun. Dana tersebut telah terserap oleh 3,72 juta debitur di seluruh Indonesia. Konsistensi ini menjadikan BMRI salah satu penyalur KUR terbesar di tanah air.
Ringkasnya, guna menjaga kualitas penyaluran, Bank Mandiri memperkuat strategi pembiayaan berbasis ekosistem melalui pendekatan closed-loop. Strategi ini menghubungkan nasabah wholesale, sentra produksi, dan sektor unggulan daerah dalam satu rantai nilai usaha.
“Dengan dukungan jaringan layanan yang semakin kuat dan ekosistem bisnis yang terus berkembang, kami optimistis penyaluran KUR berpotensi semakin mempercepat pertumbuhan sektor produktif nasional,” pungkas Bayu.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

