Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mulai membukukan tanda-tanda pembalikan arah, usai terkoreksi hingga ke Rp2.590 pada 30 Juni 2026 lalu. Terakhir, saham ANTM berhasil ditutup terangkat 5,75% ke Rp2.760 pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026.
Penguatan ini sejalan dengan kondisi harga emas dunia yang berhasil bangkit sesudah sempat merosot di bawah level US$4.000 per ons. Lalu, bagaimanakah prospek saham ANTAM ke depan?
Seperti diketahui, harga emas dunia sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$5.000. Dengan potensi penguatan harga emas dunia, saham ANTM diproyeksi juga ikut terangkat.
Terlebih kontribusi pendapatan ANTM kini masih ditopang eleh penjualan emas. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie menerangkan saham ANTM sendiri memiliki prospek cerah.
Hal ini didukung oleh target manajemen dalam mendorong penjualan emas untuk menyamai atau melampaui rekor tahun 2024. "Segmen emas adalah kontribusi pendapatan terbesar ANTM sementara itu menurut kami, partisipasi retail tidak sepenuhnya akan meningkatkan kinerja ANTM secara signifikan meskipun tentunya akan menyalurkan dorongan," jelas Adrian kepada CNBC Indonesia, Rabu (1/7/2026). Asal tahu saja, penjualan emas ANTAM tercatat menyentuh Rp66,47 triliun sepanjang 2025 atau meningkat 15% dibandingkan Rp57,56 triliun pada 2024, ditopang oleh permintaan yang tetap kuat.
Peningkatan penjualan ini mendongkrak pendapatan perseroan yang naik 22% menjadi Rp84,64 triliun pada 2025, dibandingkan Rp69,19 triliun pada tahun sebelum itu. Peningkatan pendapatan sejalan dengan pertumbuhan laba perusahaan.
Hasil positif tersebut berlanjut di 2026. Di mana hingga Triwulan I-2026, ANTM tercatat berhasil membukukan pertumbuhan profitabilitas dengan laba periode berjalan senilai Rp3,66 triliun.
Jumlah ini meningkat 58% dibandingkan periode sama tahun sebelum itu sebesar Rp2,32 triliun. Kondisi itu membuktikan bahwa ANTM menjadi emiten yang kinerjanya sangat bergantung pada perkembangan harga komoditas seperti emas, nikel, dan bauksit, serta perkembangan kebijakan regulasi di sektor minerba.
Adrian pun merekomendasikan Buy untuk ANTM dengan target jangka panjang senilai 4.800. "Kami merekomendasikan Buy dengan target jangka panjang 4,800," pungkas dia.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

