Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang terangkat pada sesi perdagangan Rabu (6/5/2026). Data pertumbuhan ekonomi yang kuat berpotensi menjadi katalis.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelum itu mengumumkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal I-2026 meningkat 5,61 persen. Angka ini melampaui ekspektasi secara bersamaan lebih tinggi dari kuartal I-2025 yang sebesar 4,87 persen dan kuartal IV-2025 sebesar 5,39 persen.
Analis Phintraco Sekuritas mengungkap, data pertumbuhan ekonomi domestik yang solid menjadi salah satu faktor positif. Secara teknikal, Stochastic RSI mengindikasikan terjadinya reversal dari area oversold.
"Hal ini didukung oleh histogram negatif MACD yang mulai menyempit, alhasil secara teknikal, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 7.100," katanya dalam riset, Selasa (5/5/2026).
IHSG berhasil rebound ke atas level 7.000 dengan membukukan penguatan hingga 1,22 persen ke 7.057,11 poin pada perdagangan Selasa. Pada perdagangan sebelum itu, indeks terkoreksi ke 6.921, sejalan dengan pelemahan indeks bursa global dan kenaikan harga minyak mentah.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

