Ringkasnya, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat merosot 15,05 persen dalam delapan hari perdagangan sejak 8 Mei hingga 21 Mei 2026.
Pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026), posisi IHSG sudah mengalami pelemahan 33,17 persen dibandingkan level tertingginya di 9.120,2 pada 20 Januari 2026.
Bahkan, level IHSG kini hanya sekitar 3,6 persen lebih tinggi dibandingkan titik terendah sepanjang 2025 di level 5.882,6 yang sempat tercapai pada 8 April 2025.
Stockbit pada Kamis (21/5/2026) menilai, tekanan terhadap pasar saham domestik berlangsung di tengah kondisi yang tidak lazim.
Sebab, pelemahan IHSG justru berlangsung ketika mayoritas bursa saham regional terangkat dan harga minyak dunia mengalami penurunan menyusul perkembangan positif pembahasan proposal damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

