Saham raksasa teknologi Indonesia PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sudah berada di level gocap alias Rp50 dalam kurun waktu hampir tiga bulan. Faktor eksternal dinilai berubah menjadi pemicu utamanya.
Stock Market Analyst CNBC Indonesia, Susi Setiawati menyalurkan catatan bahwa faktor kondisi makro global seperti perang dan tingginya harga minyak menjadi sentimen negatif untuk aset berisiko seperti saham, terutama di negara berkembang. Sentimen global ini menyebabkan IHSG bergerak downtrend sejak awal tahun dan hampir semua emiten ikut terdampak tak terkecuali GOTO.
Manajemen GOTO menilai bahwa harga saham kini tidak mencerminkan fundamental bisnis perusahaan terutama setelah mencetak untung dua kuartal beruntun. Sebagai catatan pada kuartal pertama tahun 2026, GOTO berhasil membukukan laba bersih Rp171 miliar.
Laba bersih GOTO mengalami kenaikan 47% berubah menjadi Rp252 miliar di kuartal kedua. Target keuntungan GOTO pun masih dipertahankan di Rp3,2-3,4 triliun secara grup.
Susi menilai bahwa harga saham GOTO juga sedikit banyak dipengaruhi oleh sentimen komisi 8% serta sorotan dari MSCI dan risiko dikeluarkan dari indeks tersebut. Hal ini semakin menambah aspek teknis yang membebani gerak saham GOTO meski fundamentalnya terus terangkat.
Merespons kondisi harga sahamnya yang tertahan di Rp50 kini, GOTO tidak tinggal diam dan telah menggodok aksi korporasi untuk meningkatkan return kepada pemegang saham. "GOTO sudah mengantongi restu untuk pembelian kembali saham saham dengan anggaran Rp3,5 triliun, tapi timing juga penting untuk eksekusinya dan tidak bisa terburu-kumpulkan. Selain itu ada juga aksi korporasi berupa pembatalan saham treasuri yang akan meningkatkan porsi kepemilikan saham investor eksisting," kata Susi.
Pada 28 Juli 2026, GOTO mengumumkan rencana detailnya untuk membatalkan sebanyak 32 miliar saham treasuri atau setara dengan 2,7% dari total saham beredar. Sementara itu aksi korporasi ini masih membutuhkan persetujuan dari pemegang saham.
Dalam acara Kelas Keuntungan yang bertajuk "Ngobrol Bareng GoTo: Akhirnya Untung, What's Next?" Susi juga menyalurkan catatan bahwa GOTO on-track untuk menjadi saham yang horizonnya jangka panjang. Setelah sekian lama merugi, akhirnya perusahaan bisa mencetak untung dan rasio price to earnings bisa positif.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

