PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menetapkan dividen tunai senilai Rp22 triliun atau setara Rp222 per saham kepada pemegang saham. Dividen tersebut diproyeksikan dibayarkan sekitar pertengahan Juli 2026.
Telkom menetapkan dividen di atas laba bersih dengan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 123,5 persen. Detailnya, Rp17,8 triliun diambil dari keseluruhan laba bersih yang didapat pada 2025. Sementara sisanya Rp4,2 triliun adalah saldo laba ditahan pada tahun-tahun sebelum itu.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini menjelaskan, dalam memperhitungkan pembayaran dividen, perseroan masih mempertimbangkan berbagai aspek, utamanya keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang.
“Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian terangkat, alhasil keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” kata Dian.
Berdasarkan catatan IDX Channel, besaran dividen per saham (DPS) Telkom pada tahun berjalan adalah rekor tertinggi sejak 2013. Nominal dividen juga meningkat 4,7 persen dibandingkan tahun buku 2024 yang sebesar Rp212,47.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

