PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menyiapkan strategi dalam menghadapi dinamika pasar yang berlangsung kini
Sebagai gambaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di level Rp5.594,76 pada Jumat (5/6/2026). Ini sudah mengalami pelemahan 35,3% sejak awal tahun alias year to date (YTD).
Investor Relations Saratoga Mellisa Holidi menuturkan, menghadapi dinamika pasar kini, perseroan tetap konsisten menjalankan strategi investasi jangka panjang.
Fokus SRTG berpusat pada optimalisasi nilai portofolio, peningkatan efisiensi operasional, dan penguatan fundamental bisnis di seluruh perusahaan portofolio. Melalui pendekatan ini, SRTG pun memastikan portofolio masih tangguh di tengah fluktuasi pasar.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Masih Berisiko Pelemahan pada Senin (8/6), Cermati Rekomendasi Sahamnya
“Kami masih berfokus mencari peluang pada sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan yang jelas, seperti layanan kesehatan, energi terbarukan, infrastruktur digital, dan konsumen,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (5/6/2026).
Ringkasnya, sebagai perusahaan investasi, SRTG juga mengevaluasi peluang divestasi sebagai bagian dari kegiatan pengelolaan portofolio rutin.
Aksi divestasi dilakukan untuk merealisasikan nilai secara optimal, dan keputusannya difokuskan pada strategi investasi jangka panjang yang terukur demi menyalurkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham.
Mellisa bilang, Saratoga memiliki target alokasi investasi tahunan di kisaran US$ 100 juta hingga US$ 150 juta. Alokasi ini difokuskan untuk memperkuat portofolio eksisting serta mendanai peluang investasi baru yang dapat menyalurkan nilai tambah bagi pemegang saham.
“Terkait realisasi serapan investasi per hari ini, rincian tersebut akan kami sampaikan secara resmi bersamaan dengan meluncurkan laporan kinerja keuangan kuartal pertama dalam waktu dekat,” paparnya.
Berdasarkan laporan keuangan sepanjang 2025, SRTG membukukan keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek lainnya sebesar Rp4,13 triliun.
Ringkasnya, sRTG tercatat punya saham bluechip di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

