PT Suparma Tbk (SPMA) dalam waktu dekat menyalurkan dividen saham dari kapitalisasi saldo laba dengan rasio 100:30 atau 100 saham lama memperoleh 30 saham baru dengan nilai nominal Rp100.
Totalnya sebanyak 1.230.095.230 saham, bernilai Rp492,03 miliar.
Sebagai informasi, SPMA membukukan laba komprehensif tahun berjalan 2025 senilai Rp104,8 miliar. Jumlah ini meningkat 1,6 persen dibandingkan laba komprehensif tahun berjalan 2024.
Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 30 Juni 2026, perseroan memutuskan tidak menyalurkan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya.
Sebab, sesudah dikurangi pembentukan dana cadangan wajib senilai Rp20 miliar, sisa laba komprehensif tahun berjalan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan, pengembangan usaha dan investasi yang sebagian besar bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mesin Refuse Derived Fuel (RDF), bangunan dan mesin pendukung untuk Mesin Kertas No. 11.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

