Ringkasnya, pT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) resmi masuk sebagai konstituen baru indeks IDX-MES BUMN 17 (IDXMESBUMN) berdasarkan Pengumuman BEI No. Peng-00089/BEI.POP/05-2026 pada 26 Mei 2026.
Perusahaan penyedia jasa pemanduan dan penundaan kapal yang adalah bagian dari Pelindo Group ini masuk dengan bobot 0,18% dan berlaku efektif pada periode 2 Juniโ30 November 2026.
Indeks IDX-MES BUMN 17 sendiri adalah indeks yang mengukur kinerja 17 saham syariah BUMN dan afiliasinya yang memiliki likuiditas baik, kapitalisasi pasar besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik. Indeks ini adalah hasil kerja sama antara Bursa Efek Indonesia dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Baca Juga: Minim Libur Panjang pada Semester II-2026, Cermati Prospek Kinerja Jasa Marga (JSMR)
Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, menyatakan masuknya IPCM ke dalam indeks IDX-MES BUMN 17 mencerminkan pengakuan pasar terhadap kinerja perusahaan yang terus menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan.
Shanti menerangkan pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis IPCM di tengah dinamika industri maritim nasional. Sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperluas layanan maritim dan meningkatkan efisiensi operasional, IPCM terus berupaya menjaga kinerja yang sehat serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
โKepercayaan yang diberikan melalui masuknya IPCM ke dalam indeks IDX-MES BUMN 17 berubah menjadi bukti strategi bisnis yang dijalankan perusahaan berada pada jalur yang tepat. Ini juga berubah menjadi momentum positif bagi IPCM untuk memperkuat daya tarik bagi investor dan melengkapi posisi IPCM di papan utama BEI,โ kata Shanti dalam keterangan resminya, Senin (1/6/2026).
Ke depan, IPCM optimistis dengan kepercayaan masuknya dalam indeks ini diproyeksikan meningkatkan visibilitas perusahaan dan memperluas basis investor, khususnya dari segmen institusi dan syariah serta berubah menjadi motivasi bagi Perseroan untuk terus meningkatkan kinerja dan tata kelola perusahaan.
Adapun jumlah rasio free float IPCM kini menyentuh 12,1%. Harga saham IPCM juga kini berada di level Rp324 per saham per Jumat (29/5/2026). Secara tahun berjalan, pergerakan harga saham ini terkoreksi 9,5%.
Berdasarkan kinerja keuangan per kuartal I-2026, pertumbuhan laba bersih IPCM tercatat sebesar 3,03% secara tahunan (yoy) menjadi Rp45,57 miliar dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu Rp44,24 miliar.
Baca Juga: Emiten dengan Kategori HSC Meningkat, Mana Saham yang Menarik Dicermati?
Kontribusi utama pendapatan IPCM didapat dari jasa pelayanan kapal yang menyumbang Rp334,51 miliar atau 96,34% dari total pendapatan. Sementara itu, pendapatan dari jasa pengangkutan dan layanan lainnya tercatat sebesar Rp12,71 miliar, meningkat 11,12% YoY.
Pendapatan dari jasa pelayanan kapal tercatat senilai Rp334,51 miliar, yang terdiri dari pelabuhan umum senilai Rp155,73 miliar, Terminal Khusus (Tersus) senilai Rp114,11 miliar, dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) senilai Rp64,68 miliar.
Pada periode ini, pendapatan dari segmen pelabuhan umum dan TUKS mengalami pertumbuhan masing-masing senilai 2,50% dan 5,14% YoY.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

