Jakarta, CNBC Indonesia โ PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membukukan reli kinerja pada kuartal I-2026. Laba bersih perusahaan meroket lebih dari tiga kali lipat menjadi US$72,15 juta, dari sebelum itu US$20,53 juta pada periode serupa tahun sebelumnya.
Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang naik sekitar 19% menjadi US$668,3 juta, dari US$560,4 juta. Sementara itu, di balik reli laba tersebut, terdapat sejumlah catatan penting yang perlu dicermati investor.
Reli laba Medco tidak hanya ditopang kinerja inti. Perusahaan membukukan kontribusi signifikan dari entitas asosiasi sebesar US$44,55 juta, berbalik dari rugi pada periode sebelum itu.
Artinya, sebagian pertumbuhan laba berasal dari faktor non-operasional, bukan sepenuhnya dari bisnis utama minyak dan gas. Pun meski pendapatan mengalami kenaikan, tekanan biaya juga meningkat.
Beban produksi, lifting, hingga pembelian minyak mentah tercatat naik signifikan. Dampaknya, laba kotor relatif stagnan di kisaran US$231,7 juta, hanya naik tipis dibanding tahun sebelumnya.
Salah satu tekanan utama datang dari sisi pendanaan. Beban keuangan Medco tercatat menyentuh US$81 juta dalam tiga bulan pertama tahun berjalan.
Angka ini menjadi salah satu faktor yang membatasi optimalisasi laba bersih, secara bersamaan mencerminkan tingginya beban utang perusahaan. Adapun total liabilitas Medco tercatat melemah ke US$5,86 miliar, dari US$6 miliar pada akhir 2025.
Level utang tersebut masih tergolong tinggi, dengan eksposur besar pada pinjaman bank dan obligasi. Total utang tersebut jauh lebih besar dibandingkan ekuitas senilai US$2,4 miliar.
Alhasil beban bunga menyerap porsi signifikan dari laba operasional. Sementara itu, dari sisi arus kas, Medco membukukan kinerja operasional yang solid dengan arus kas operasi sebesar US$272,9 juta, meningkat dari tahun sebelum itu.
Sementara itu, posisi kas justru melemah ke US$533,9 juta, dari sebelum itu US$569 juta. Penurunan ini dipicu oleh arus keluar besar pada aktivitas pendanaan, termasuk pembayaran utang dan biaya keuangan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

