PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel menilai, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak menyalurkan dampak negatif terhadap kinerja perseroan.
Ringkasnya, manajemen NCKL menjelaskan, sebagian besar pendapatan perusahaan, khususnya dari segmen pengolahan nikel, berasal dari kegiatan ekspor yang seluruh hasil penjualannya menggunakan mata uang dolar AS (USD).
Ringkasnya, "Pendapatan Perseroan dari segmen pengolahan nikel secara keseluruhan berasal dari kegiatan ekspor, dengan hasil penjualan yang dilakukan dalam mata uang USD," tulis manajemen menjawab pertanyaan Bursa dalam keterbukaan informasi, Jumat (3/7/2026).
Sementara itu, pada segmen penambangan nikel, meskipun pembayaran penjualan diterima dalam mata uang rupiah, penetapan harga bijih nikel masih mengacu pada dolar AS.
Perseroan menjelaskan, harga lepas bijih nikel mengacu pada Harga Patokan Mineral (HPM), yang perhitungannya didasarkan pada harga nikel di London Metal Exchange (LME). Nilai tersebut kemudian dikonversi ke dalam rupiah saat transaksi dilakukan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

