PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih Rp5,9 triliun sepanjang kuartal I-2026. Capaian ini 16 persen lebih rendah dibandingkan dengan periode serupa tahun 2025.
Seiring dengan capaian tersebut, pendapatan bersih konsolidasian juga mengalami pelemahan yakni 6 persen berubah menjadi Rp78,7 triliun.
Presiden Direktur ASII Rudy menuturkan, penurunan ini disebabkan oleh kinerja yang lebih rendah dari divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi, terutama akibat kontribusi dari bisnis pertambangan emas yang minim, serta volume lebih rendah di bisnis alat berat dan bisnis jasa penambangan.
“Pada kuartal pertama tahun 2026, laba grup menurun terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi. Sementara itu, bisnis-bisnis lainnya membukukan kinerja yang lebih baik, alhasil dapat mengimbangi sebagian dari penurunan tersebut," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

