Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,12 persen dalam sepekan ke level 6.401,89 poin. Di tengah tekanan indeks, terdapat sejumlah saham yang melawan arus.
Salah satu saham tersebut yakni PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) yang meroket 90,48 persen ke level Rp1.200. Saham YPAS menduduki puncak top gainers pekan ini.
Sementara itu, perseroan tak mengetahui alasan di balik reli harga sahamnya, termasuk adanya aktivitas oleh pemegang saham tertentu. Di samping itu, produsen tas itu juga menekankan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan ke depan.
"Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang berpotensi memengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal," kata Direktur Keuangan PT Yanaprima Hastapersada Tbk, Rinawati dalam keterbukaan informasi.
Selain YPAS, saham PT Ekadharma International Tbk (EKAD) juga masuk dalam jajaran top gainers setelah terangkat 76,54 persen ke Rp316. Reli harga saham tersebut dipicu rencana akuisisi perusahaan lakban (adhesive tape) asal China terhadap perseroan.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

