PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan kinerja solid pada kuartal I-2026 di tengah kondisi makroekonomi global yang masih penuh tantangan. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp107 miliar, dengan pendapatan menyentuh Rp1,80 triliun.
Selain itu, LPKR juga membukukan EBITDA sebesar Rp337 miliar. Arus kas dari aktivitas operasional turut membaik 20% secara tahunan (YoY) menjadi Rp499 miliar, ditopang oleh peningkatan penerimaan dari pelanggan. Perseroan menutup periode ini dengan posisi kas yang kuat sebesar Rp1,62 triliun.
Dari sisi bisnis real estat, pra penjualan LPKR menyentuh Rp1,95 triliun atau sekitar 32% dari target tahunan. Kinerja ini terutama didorong oleh tingginya permintaan rumah tapak di segmen terjangkau hingga premium, yang berkontribusi sebesar 84% dari total pra penjualan.
Ringkasnya, momentum tersebut diperkuat oleh peluncuran sejumlah proyek baru seperti Park SeRp ong Phase 7 dan Neo 5ense Collection di Cikarang, yang menyasar segmen pasar massal dan menengah.
Di tingkat holding, penjualan residensial berubah menjadi kontributor utama senilai Rp1,22 triliun, disusul penjualan unit komersial Rp156 miliar, kavling tanah Rp30 miliar, serta lahan pemakaman San Diego Hills senilai Rp33 miliar.
Segmen lifestyle juga masih stabil dengan pendapatan Rp310 miliar, EBITDA Rp103 miliar, dan laba bersih Rp55 miliar. Kinerja ini ditopang efisiensi operasional di tengah tekanan permintaan. Rata-rata tarif kamar hotel tercatat stabil di Rp639 ribu, sementara kunjungan mal meningkat 6% YoY berubah menjadi 11,5 juta pengunjung per bulan.
Ringkasnya, dominasi Rumah Tapak
Ringkasnya, editor: Indah Handayani
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

