Rencana aksi unjuk rasa pada Kamis (27/8/2026) berubah menjadi perhatian pelaku pasar belakangan ini.
Sementara itu, jika melihat rekam jejak sejumlah aksi demonstrasi besar dalam satu dekade terakhir, dampaknya terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung bersifat jangka pendek, terutama melalui sentimen dan kekhawatiran terhadap stabilitas politik serta keamanan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada Rabu (26/8) pukul 10.40 WIB terangkat 0,27 persen ke level 6.520, setelah sempat tertekan hingga 6.422,61 pada awal perdagangan. Dalam sepekan, IHSG masih terangkat 1,05 persen, sementara dalam sebulan naik 5,21 persen.
Pergerakan tersebut berlangsung sehari sebelum sejumlah kelompok masyarakat dijadwalkan menggelar aksi di Jakarta.
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membantah kabar mengenai pembatalan aksi pada 27 Agustus 2026. Koordinator AMPB Teguh Istiyanto memastikan demonstrasi masih berlangsung di depan Gerbang Utama Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

