Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hampir menyentuh 20 persen dari titik terendah pada awal Juni 2026 dinilai belum cukup untuk mengembalikan kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia.
Dalam riset outlook kuartal III-2026 bertajuk Recovery & Defensive Accumulation yang terbit pada 21 Agustus 2026, tim riset PT Sukadana Prima Sekuritas yang dipimpin Meilki Darmawan menilai persoalan utama pasar kini bukan kembali sekadar pertumbuhan ekonomi, melainkan bagaimana memulihkan kepercayaan investor yang tergerus sepanjang tahun.
Ringkasnya, per 19 Agustus 2026, IHSG berada di sekitar level 6.395 atau masih terkoreksi 18,67 persen secara tahunan.
Sementara itu, jika dihitung dari titik terendahnya, IHSG telah membukukan pemulihan yang cukup tajam dan menjadi salah satu pasar dengan kinerja terbaik di Asia tahun berjalan, hanya di bawah Hang Seng.
Pemulihan tersebut berlangsung setelah IHSG sempat turun tajam sekitar 34 persen dari level puncak di kisaran 9.100 pada Januari 2026 ke level 6.000-an. Pelemahan tersebut menghapus sekitar USD360 miliar kapitalisasi pasar.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

