PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menyalurkan pinjaman jumbo kepada dua anak usahanya, PT Adhi Prakarsa Raya (APR) dan PT Sumber Cahaya Raya (SCR). Total nilai kucuran dana tersebut menyentuh Rp1,34 triliun.
Berdasarkan laporan informasi perusahaan, transaksi ini diteken pada 22 Mei 2026. PACK meminjamkan dana sebesar Rp749,59 miliar kepada APR. Di saat yang sama, SCR mendapatkan pinjaman bernilai Rp591,77 miliar.
Dana segar ini digunakan untuk membiayai akuisisi saham pada dua perusahaan lain. Targetnya adalah PT Konutara Sejati dan PT Karyatama Konawe Utara. Sumber dana pinjaman ini berasal dari fasilitas pinjaman perpetual yang sebelum itu telah diterima oleh perseroan.
Pinjaman kepada APR dan SCR ini diberikan tanpa bunga. Jangka waktu pengembalian dana disepakati selama 2 tahun dan berpotensi diperpanjang. Transaksi ini juga tidak menggunakan jaminan apa pun.
Manajemen menjelaskan pemberian pinjaman ini adalah transaksi material. Nilainya melebihi 20% dari total ekuitas perseroan per 31 Januari 2026. Selain itu, transaksi ini bersifat afiliasi karena APR dan SCR dimiliki PACK dengan porsi saham menyentuh 100%.
Direktur PACK, Frans Raida, menyatakan langkah ini diambil untuk efektivitas bisnis. Transaksi dilakukan dengan pihak terafiliasi karena APR dan SCR adalah pemegang saham eksisting pada perusahaan target akuisisi.
Ringkasnya, “Transaksi ini lebih efektif dan efisien mengingat adanya kemudahan penyelarasan tujuan bisnis serta penerapan pendekatan yang lebih terintegrasi,” jelas Frans dikutip Rabu (27/5/2026).
Manajemen memastikan pemberian pinjaman ini tidak menyalurkan dampak negatif. Tidak ada gangguan pada kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan. Transaksi ini justru dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur bisnis grup.
Frans menekankan seluruh proses telah melalui prosedur yang berlaku. Perusahaan mematuhi aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait transaksi material dan afiliasi.
Ringkasnya, “Direksi dan Dewan Komisaris menyatakan seluruh informasi material telah diungkapkan dan informasi tersebut tidak menyesatkan,” tambahnya.
Kini, PACK fokus menjalankan kegiatan usaha sebagai perusahaan holding. Dengan kepemilikan saham minimal 99% di APR dan SCR, perseroan memiliki kendali penuh atas penggunaan dana pinjaman tersebut. Hal ini menjamin penyaluran dana tetap tepat sasaran untuk mendukung ekspansi jangka panjang perusahaan.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

