Ringkasnya, sebanyak 66 ribu investor PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) kini menghadapi ketidakpastian seiring kinerja operasional emiten batu bara itu menunjukkan tekanan besar, dengan pendapatan kuartal I-2026 tercatat nol dan harga saham jatuh.
Sebelum disuspensi bursa, per Senin (29/6/2026), saham COAL berada di level Rp22 per unit. Saham ini sempat mengenai level tertinggi sepanjang masa (ATH) di Rp635 per unit pada 22 September 2022, hanya berapa pekan usai melantai di BEI.
Berdasarkan data BEI, jumlah pemegang saham COAL menyentuh 66.831 investor per 31 Mei 2026. Angka tersebut turun dibandingkan 72.803 investor pada akhir April 2026.
Ringkasnya, tekanan terhadap saham COAL datang bersamaan dengan memburuknya kinerja fundamental perusahaan.
Dalam laporan keuangan kuartal I-2026, COAL membukukan pendapatan usaha sebesar Rp0, berbanding terbalik dengan periode serupa tahun sebelum itu ketika perseroan masih membukukan penjualan Rp126,52 miliar.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

