Cakra Bhakti Para Putra (CBPP), pemegang saham pengendali PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) menambah porsi kepemilikan dengan mengakumulasi sebanyak 55.000 lembar saham emiten produsen pipa dan tabung baja tersebut pada tanggal 12 Juni 2026.
Ringkasnya, berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Rabu 17 Juni 2026, Cakra Bhakti Para Putra membeli saham ISSP pada harga Rp398 per lembar. Adapun tujuan transaksi adalah untuk memperkuat investasi dengan status kepemilikan saham langsung.
Kepemilikan Cakra Bhakti Para Putra (CBPP) atas saham ISSP pasa pembelian relatif tidak berubah yakni senilai 57,67%. CBPP pun masih berubah menjadi pemegang saham pengendali atas saham emiten produsen pipa dan tabung baja tersebut.
Dari sisi keuangan, ISSP membukukan laba yang yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp77,06 miliar pada kuartal I 2026, turun 8,82% jika dibanding Rp84,53 miliar pada kuartal I 2025. Penjualan bersih Perseroan turun 4,6% jadi Rp1,22 triliun pada kuartal I 2026, dari Rp1,28 triliun kuartal I 2025.
Kini, ISSP tengah bersiap untuk meluncurkan surat utang bernilai Rp160 miliar. Surat utang ini terdiri atas Obligasi Berkelanjutan III ISSP Tahap I/2026 bernilai Rp101,450 miliar, dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap I/2026 sebesar Rp58,550 miliar.
Seluruh dana yang didapat dari hasil Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk tersebut, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi terkait, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.
Pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 17 Juni 2026, saham ISSP tercatat naik 2,06%% menjadi Rp396 per unit dibanding penutupan sehari sebelum itu Rp388. Selama periode sepekan, harga saham ISSP turun 3%. Jika dibandingkan antara harga 18 Mei 2026 sebesar Rp424 terhadap penutupan 15 Juni 2026, saham emiten produsen pipa dan tabung baja ini turun 8,49%.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

