Manajemen PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) berencana meluncurkan surat utang bernilai Rp160 miliar. Surat utang tersebut terdiri atas Obligasi Berkelanjutan III ISSP Tahap I/2026 bernilai Rp101,450 miliar, dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap I/2026 sebesar Rp58,550 miliar.
Berdasarkan prospektus tambahan rencana penawaran umum obligasi yang diumumkan di Jakarta, Jumat 5 Juni 2026, obligasi tersebut terdiri atas seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp31,580 miliar berjangka waktu 367 hari dengan bunga tetap 7% per tahun, seri B sebesar Rp26,030 miliar berbunga tetap 8,26% per tahun dan tenor tiga tahun, serta seri C bernilai Rp43,840 miliar memiliki bunga tetap 9% per tahun dan jangka waktu lima tahun.
Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan, dimana pembayaran bunga pertama dilakukan pada 12 September 2026. Sementara pembayaran bunga terakhir secara bersamaan jatuh tempo masing-masing Obligasi pada 19 Juni 2027 untuk Obligasi Seri A, 12 Juni 2029 untuk Obligasi Seri B dan 12 Juni 2031 untuk Obligasi Seri C.
Adapun Sukuk Ijarah ISSP III Tahap I/2026 terdiri atas seri A sebesar Rp36,210 miliar dengan jangka waktu 367 hari, seri B sebesar Rp65 juta memiliki tenor tiga tahun, dan seri C bernilai Rp22,275 miliar berjangka waktu lima tahun.
Cicilan Imbalan Ijarah ini dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah pertama dilakukan pada 12 September 2026, sementara pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah terakhir secara bersamaan jatuh tempo masing-masing Sukuk Ijarah adalah pada tanggal 19 Juni 2027 untuk Sukuk Ijarah Seri A, 12 Juni 2029 untuk Sukuk Ijarah Seri B, dan 12 Juni 2031 untuk Sukuk Ijarah Seri C.
Seluruh dana yang didapat dari hasil Penawaran Umum Obligasi setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi terkait, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. Antara lain untuk Pembelian bahan baku hot-rolled carbon steel coils (HRC).
Sementara itu, Seluruh dana yang didapat dari hasil Penawaran Umum Sukuk Ijarah setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi terkait, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, dengan rincian sebagai berikut. Sebesar 80% untuk Pembelian bahan baku hot-rolled carbon steel coils (HRC) dan 20% Pembelian bahan baku cold-rolled carbon steel coils (CRC).
Ringkasnya, masa penawaran obligasi berkelanjutan III ISSP tahap I/2026 dan Sukuk Ijarah III ISSP Tahap I/2026 pada 8-9 Juni 2026. Penjatahan dan distribusi obligasi dan sukuk secara elektronik pada 10 dan 12 Juni 2026. Adapun pencatatan obligasi dan sukuk ISSP di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 15 Juni 2026.
Ringkasnya, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi surat utang ISSP III Tahap II 2026 adalah PT Indo Premier Sekuritas, PT BCA Sekuritas, dan PT BRI Danareksa Sekuritas, serta Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai wali amanat. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

