Kinerja PT Timah (Persero) Tbk (TINS) menggila sepanjang Januari-Maret 2026. Tengok saja, dari laporan keuangan yang dipublikasi ke BEI, perseroan berhasil besar dengan mengantongi laba bersih Rp1,50 triliun, terbang 1.184% secara tahunan (year-on-year) dibanding Rp116,85 miliar pada Januari-Maret 2025.
Dikomparasikan secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq), performa TINS pada triwulan I-2026 juga solid dengan kenaikan 90,08% ketimbang posisi laba kuartal IV-2025 senilai Rp711,21 miliar. Pertumbuhan laba PT Timah selama tiga bulan pertama tahun 2026 ini didorong oleh produksi perseroan yang mengalami kenaikan tajam, optimalisasi operasional, dan perbaikan tata kelola yang berkelanjutan.
Produksi logam timah TINS tercatat terangkat sebesar 82% menjadi 5.630 metrik ton Sn dibanding periode sama tahun sebelum itu sebesar 3.095 metrik ton Sn. Kemudian, penjualan logam timah juga melejit hingga 113% menjadi 6.009 metrik ton daripada periode sama tahun sebelum itu 2.824 metrik ton.
Alhasil, pendapatan TINS pun meroket hingga 160,5% menjadi Rp5,47 triliun daripada periode sama tahun sebelumnya Rp2,10 triliun. Kenaikan tersebut paralel dengan meningkatnya volume penjualan dan harga lepas rata-rata logam timah. Di mana, harga lepas rata-rata logam timah sebesar US$49.221 per metrik ton, meningkat 51% dibanding tahun sebelum itu US$32.495 per metrik ton.
Struktur penjualan logam timah TINS pada kuartal I-2026 didominasi pasar ekspor dengan kontribusi senilai 97% yang meliputi China 48%; India 11%; Korea Selatan 10%; Italia 6%; Singapura 5%; dan Belanda 4%. Sebaliknya, penjualan di pasar domestik berkontribusi senilai 3%.
Tak heran, laba usaha TINS meledak hingga Rp1,88 triliun. Padahal, pada kuartal I-2025, anggota BUMN Holding Industri Pertambangan atau MIND ID tersebut hanya meraup laba usaha sebesar Rp148 miliar. EBITDA meroket lebih dari 450% secara yoy dari Rp348 miliar menjadi Rp2,1 triliun.
Bahkan, laba bersih kuartal I-2026 yang menembus Rp1,50 triliun tersebut jauh melampaui target yang sudah ditetapkan manajemen TINS sebesar Rp252 miliar. Dengan demikian, kalau mengacu pada target laba bersih Rp252 miliar, laba perseroan berarti melonjak 495,2%.
Dari sisi neraca, nilai aset terdongkrak 11,62% menjadi Rp15,23 triliun pada kuartal I-2026 dari Rp13,64 triliun pada akhir 2025. Begitupun, dengan liabilitas melonjak 1% menjadi Rp5,27 triliun ketimbang liabilitas akhir 2025 sebesar Rp5,23 triliun.
Jumlah ekuitas mengalami kenaikan 18,4% berubah menjadi Rp9,96 triliun dibandingkan posisi akhir 2025 senilai Rp8,41 triliun, sehubungan dengan perolehan laba kuartal I-2026.
Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk, Restu Widiyantoro, menyatakan bahwa kinerja positif PT Timah tersebut adalah hasil dari konsistensi strategi efisiensi dan optimalisasi di seluruh lini bisnis.
โPada kuartal I-2026, perseroan membukukan kinerja keuangan yang solid, ditopang oleh pencapaian operasional yang signifikan serta konsistensi strategi optimalisasi yang berkelanjutan di seluruh lini bisnis. Alhasil Perseroan mampu melampaui target laba yang ditetapkan,โ jelas dia dalam keterangan resmi dikutip, Jumat (1/5/2026).
Ringkasnya, upaya TINS Jaga Tren Positif
Ringkasnya, editor: Muawwan Daelami
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

