Raja jalan tol BUMN, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengumumkan rapor kinerja sepanjang kuartal I-2026 dengan hasil yang belum memuaskan. Laba bersih perseroan terkoreksi senilai 16,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan 16,8% secara kuartalan (qoq) berubah menjadi Rp774,66 miliar.
Biang keladi dari pelemahan laba Jasa Marga adalah meningkatnya biaya keuangan sehubungan dengan beroperasinya Jalan Tol Jogja-Solo. Walau begitu, beroperasinya ruas tol sepanjang 96,67 km tersebut diyakini diproyeksikan mendongkrak pertumbuhan kinerja JSMR ke depan.
Bukan hanya laba bersih, total pendapatan Jasa Marga juga tergelincir dari Rp7 triliun pada kuartal I-2025, berubah menjadi Rp6,44 triliun. Menurunnya pendapatan JSMR disebabkan oleh anjloknya pendapatan konstruksi senilai 43,93% pada kuartal I-2026 berubah menjadi Rp1,34 triliun.
Padahal, pada periode sama tahun sebelum itu, Jasa Marga mampu membukukan pendapatan dari bisnis konstruksi sebesar Rp2,39 triliun. Sementara pendapatan dari bisnis jalan tol terangkat dari Rp4,30 triliun pada kuartal I-2025 menjadi Rp4,70 triliun pada kuartal I-2026.
Sebaliknya, beban pokok pendapatan mengalami efisiensi. Pada kuartal I-2026, JSMR membukukan beban pokok pendapatan sebesar Rp3,51 triliun, lebih kecil dari sebelum itu Rp4,3 triliun, alhasil efisiensi tersebut turut mendongkrak laba bruto JSMR menjadi Rp2,93 triliun.
Dari sisi EBITDA, perseroan meraup sebesar Rp3,4 triliun, meningkat 10,7% dibanding periode sama tahun sebelumnya dengan margin EBITDA yang terjaga di level 66,1%. โCapaian ini mencerminkan konsistensi Jasa Marga dalam pengendalian beban usaha serta optimalisasi kinerja operasional,โ kata Rivan dalam keterangan resminya dikutip, Jumat (1/4/2026).
Ringkasnya, jasa Marga berkomitmen menjaga kesehatan keuangan perusahaan melalui pengelolaan keuangan yang terukur serta mendoorng pertumbuhan berkelanjutan yang dibarengi peningkatan kualitas layanan kepada pengguna jalan.
Sementara dari sisi operasional, Jasa Marga membukukan pertumbuhan volume transaksi di jalan tol sebesar 1,64% yoy atau menyentuh 318,8 juta kendaraan pada kuartal I 2026, dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) menyentuh 3,5 juta kendaraan.
Hingga kini, JSMR masih menjadi market leader di industri jalan tol nasional dengan total panjang jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 1.294 KM dari total konsesi sepanjang 1.736 KM. Angka ini merepresentasikan 42% dari total jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia.
Ringkasnya, selain itu, Jasa Marga juga terus melanjutkan pembangunan sejumlah jalan tol strategis yang berada dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan antara lain Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Jalan Tol Akses Patimban.
Ringkasnya, keempat ruas tol tersebut, selain Jalan Tol Akses Patimban telah dioperasikan secara fungsional tanpa tarif periode Idulfitri 1447H/Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Ringkasnya, editor: Muawwan Daelami
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

