PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menetapkan perubahan susunan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Menara BTN, Jakarta, Jumat (4/9). Perubahan tersebut berubah menjadi bagian dari regenerasi dan peremajaan pengelolaan Perseroan untuk melanjutkan transformasi BTN dan memperkuat strategi Beyond Mortgage.
Ringkasnya, dalam siaran pers BTN (4/9) RUPSLB yang dipimpin Komisaris Utama BTN Suryo Utomo memutuskan perubahan lima dari 12 anggota Direksi Perseroan. Sementara itu, susunan Dewan Komisaris BTN tidak mengalami perubahan.
DIREKSI Memberhentikan dengan hormat: Direktur Finance & Strategy: Nofry Rony Poetra Direktur Human Capital & Compliance: Eko Waluyo Direktur Consumer Banking: Hirwandi Gafar Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo Direktur Information Technology: Tan Jacky Chen Mengangkat: Direktur Finance & Strategy: Adityo Kusumo Direktur Human Capital & Compliance: Wiwik Wahyuni Direktur Risk Management: Johanes Barus Direktur Consumer Banking: Evita Barliana Direktur Information Technology: Gatot Prasetyo Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menuturkan, perubahan lima anggota Direksi tersebut adalah bagian dari proses regenerasi dan peremajaan pengelolaan BTN.
Perseroan menyambut jajaran Direksi baru yang mendapatkan amanah untuk bersama-sama membawa BTN memasuki fase transformasi berikutnya. "Saya menangkap perubahan ini sebagai bagian dari upaya regenerasi dan peremajaan pengelolaan di Bank Tabungan Negara. Kami berterima kasih kepada pemegang saham dan menyambut Direksi baru yang diproyeksikan bergabung dengan BTN.
Harapannya, BTN ke depan bisa jauh lebih baik kembali," ujar Nixon. Menurut Nixon, kehadiran para profesional baru dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam akan memperkuat kapasitas manajemen BTN dalam menjalankan agenda transformasi.
Regenerasi tersebut juga dinilai sejalan dengan arah BTN untuk memperluas bisnis melalui strategi Beyond Mortgage. "Banyak generasi muda yang menggantikan dan menurut saya sudah pas dengan visi BTN ke depan, yaitu Beyond Mortgage. Kalau melihat pengalaman mereka yang cukup luas, mudah-mudahan ini bisa membantu mempercepat Transformasi BTN Jilid II dan mempercepat capaian Beyond Mortgage, alhasil BTN menjadi bank yang sangat kuat dalam consumer banking," kata Nixon.
Direksi baru yang diangkat melalui RUPSLB adalah profesional dengan pengalaman di berbagai sektor. Adityo Kusumo sebelum itu menjabat Direktur Keuangan dan Investasi PT Mineral Industri Indonesia, sementara Wiwik Wahyuni sebelum itu menjabat Senior Director Human Capital PT Danantara Asset Management.
Johanes Barus sebelum itu menjabat Direktur Manajemen Risiko PT Petrokimia Gresik. Sementara itu, Evita Barliana sebelum itu menjabat Head of Non Branch Channel Sharia PT Bank CIMB Niaga Sharia Indonesia dan Gatot Prasetyo sebelum itu menjabat SVP IT Application Support Group Head PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.
Strategi Beyond Mortgage menjadi bagian dari kelanjutan transformasi BTN dengan tetap menjadikan bisnis perumahan sebagai kompetensi utama Perseroan. Melalui strategi tersebut, BTN memperluas hubungan dengan nasabah ke berbagai kebutuhan finansial secara bersamaan membangun sumber pertumbuhan baru untuk memperkuat posisi BTN di bisnis consumer banking.
Perubahan susunan Direksi berlangsung di tengah kinerja BTN yang tetap solid. Hingga Juni 2026, aset BTN menyentuh Rp545,16 triliun atau meningkat 12,41% secara tahunan.
Kredit dan pembiayaan meningkat 11,17% menjadi Rp418,11 triliun, sementara dana pihak ketiga menyentuh Rp433,00 triliun atau meningkat 6,55%. Pada periode serupa, laba bersih BTN meningkat 40,78% secara tahunan menjadi Rp2,41 triliun.
Capaian tersebut menjadi fondasi bagi jajaran pengurus untuk melanjutkan transformasi secara bersamaan memperkuat kontribusi BTN terhadap perekonomian nasional, khususnya di sektor perumahan. "Kami berharap BTN ke depan jauh lebih baik dibandingkan dengan yang sudah dicapai sampai hari ini. Itu ekspektasi kami.
Sekali kembali, kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa kepada BTN," ujar Nixon. Adapun, susunan Dewan Komisaris dan Direksi BTN setelah RUPSLB adalah sebagai berikut: DEWAN KOMISARIS Komisaris Utama: Suryo Utomo Wakil Komisaris Utama: Endra Gunawan Komisaris Independen: Panangian Simanungkalit Komisaris Independen: Pietra Machreza Paloh Komisaris Independen: Ida Nuryanti Komisaris: Fahri Hamzah Komisaris: Didyk Choiroel DIREKSI Direktur Utama: Nixon L.P.
Ringkasnya, napitupulu Wakil Direktur Utama: Oni Febriarto Rahardjo Direktur Operations: I Nyoman Sugiri Yasa Direktur Treasury & International Banking: Venda Yuniarti Direktur Consumer Banking: Evita Barliana Direktur Network & Retail Funding: Rully Setiawan Direktur Corporate Banking: Helmy Afrisa Nugroho Direktur Commercial Banking: Hermita Direktur Finance & Strategy: Adityo Kusumo Direktur Information Technology: Gatot Prasetyo Direktur Risk Management: Johanes Barus Direktur Human Capital & Compliance: Wiwik Wahyuni
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

