Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terangkat 1,19% ke level 5.986,50 pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Penguatan ditopang membaiknya sentimen domestik dan berlanjutnya technical rebound.
Mengacu riset SAPA MENTARI dari BRI Danareksa Sekuritas, kenaikan IHSG didukung oleh meningkatnya cadangan devisa Indonesia berubah menjadi US$ 145,6 miliar, rencana pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti, serta ekspektasi kebijakan pemerintah yang lebih berpihak pada pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (7 Juli 2026), BBNI dan KEUNTUNGAN Jadi Sorotan
Meski demikian, nilai transaksi yang masih relatif rendah di kisaran Rp10,37 triliun menunjukkan pelaku pasar masih cenderung selektif dalam menjalankan akumulasi saham.
Pada perdagangan Rabu (8/7), pasar akan mencermati meluncurkan Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia dan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes).
Kedua data tersebut diperkirakan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), secara bersamaan memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dan arus dana asing.
Ringkasnya, secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan level support di 5.734 dan resistance psikologis di 6.000.
Apabila berhasil menembus level 6.000, hal tersebut diproyeksikan berubah menjadi konfirmasi awal berlanjutnya momentum rebound.
Ringkasnya, baca Juga: Buruan! Sejuta Lebih Investor Antre IPO Saham RANS, Penawaran Umum Tutup Jam 9 WIB
Sementara itu, bursa saham Wall Street ditutup terkoreksi pada perdagangan Selasa. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,25% ke level 52.925,15. Indeks S&P 500 terkoreksi 0,45% menjadi 7.503,85, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 1,16% ke level 25.818,69.1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Saham BBCA terangkat 2,86% dan berhasil menembus resistance minor di level 6.175. Selama mampu bertahan di atas level tersebut, saham ini berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya.
Ringkasnya, baca Juga: Wall Street Ditutup Lesu Selasa (7/7), Micron dan Saham Chip Tekan Nasdaq
Ringkasnya, 2. PT Elnusa Tbk (ELSA)
Ringkasnya, eLSA berhasil menembus garis resistance (breakout) dengan dukungan volume transaksi dan indikator MACD yang positif. Selama bertahan di atas level support 580, peluang penguatan masih terbuka.
Ringkasnya, 3. PT DMS Properindo Tbk (KOTA)
KOTA rebound dari support garis tren dan meroket 13,64% pada perdagangan sebelum itu. Penguatan diperkirakan masih berlanjut menuju resistance berikutnya.
Baca Juga: Cermati Saham Net Sell Terbesar Asing Saat IHSG Reli 5 Hari Beruntun, Selasa (7/7)
Ringkasnya, 4. PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY)
Saham LUCY mengalami pelemahan 9,30% disertai peningkatan volume transaksi. Investor disarankan mewaspadai potensi pelemahan lanjutan.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

