Ringkasnya, jinsheng Mining, pemegang saham pengendali PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menambah kepemilikan atau investasi di saham emiten pertambangan dan perdagangan bijih nikel pada 12 Mei 2026.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke BEI, Rabu 20 Mei 2026 disebutkan, Jinsheng Mining mengakumulasi 121.557.400 unit atau (2,16%) saham DKFT di harga Rp750 per lembar. Dengan demikian, Jinsheng Mining merogoh kocek sebesar Rp91 miliar untuk transaksi tersebut.
Tujuan Jinsheng Mining membeli saham DKFT adalah menambah investasi secara bersamaan mempertahankan pengendalian atas emiten bidang perdagangan sumber daya pertambangan dan aktivitas pemabnagan terebut.
Pasca pembelian saham tersebut, kepemilikan Jinsheng Mining atas DKFT naik ke 3.596.671.278 atau setara dengan 6379% saham. Sebelum transaksi ini, pengendali menguasi sebanyak 3.475.113.878 atau 61,63% saham.
Ditinjau dari sisi keuangan, DKFT membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp238,45 miliar pada kuartal I 2026, meningkat 72,97% dibandingkan Rp137,85 miliar pada kuartal I 2025. Kenaikan laba ini didukung oleh penjualan bersih yang naik 20,20% menjadi Rp506,014 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp420,96 miliar di kuartal I 2025.
Di Bursa Efek Indonesia atau BEI, saham DKFT pada perdagangan sesi II, Rabu 20 Mei 2026 tercatat di Rp670 per unit, turun 2,90% dibanding penutupan sehari sebelum itu di Rp690. Selama perdagangan sepekan di BEI, harga saham emiten pertambangan bijih nikel ini turun 10,38%. Jika dibandingkan antara harga 20 April 2026 terhadap penutupan kemarin, saham DKFT merosot 16,36%.(konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

